Penjelasan Anies Soal Situasi Corona: We Don’t Know What We Don’t Know
Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan situasi terkini pandemi virus corona (COVID-19) di wilayah pemerintahannya. Akui semuanya masih belum pasti.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus berupaya keras dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) di wilayah pemerintahannya. Ia menjelaskan situasi terkini penyebaran virus corona yang terjadi di ibu kota.

Menurut Anies, saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi dimana segalanya penuh ketidakpastian dalam menghadapi pandemi. Pasalnya, pandemi ini sangat jarang terjadi sehingga sulit memprediksi peta alur bagaimana dan kapan situasi ini akan berakhir.

”Kita sekarang dalam situasi we don't know what we don't know, kita ini tidak tahu apa yang tidak kita ketahui,” terang Anies dalam rapat pimpinan saat membahas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (15/8) lalu. “Jadi kalau perjalanan itu kita masuk ke kawasan yang belum ada petanya.”

”Ini agak babat alas ini. Tapi tidak banyak yang sekarang itu mau mengungkapkan di publik, hampir semua mengatakan tahu apa yang harus dikerjakan, yang biasa mengatakan begitu analis-analis,” sambungnya. “Ini situasinya rumit, tidak sederhana.”

Oleh sebab itu, Anies memberikan instruksi pada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI untuk selalu mengikuti perkembangan pandemi. Salah satunya yang paling terpenting adalah dengan memahami perkembangan pandemi dan menyesuaikannya dengan bidang masing-masing.


”Bapak-Ibu sekalian, di hari-hari ke depan ini sebisa mungkin Bapak-Ibu menyempatkan membaca perkembangan terkait dengan pandemi yang relevan dengan bidang Bapak-Ibu,” saran Anies. “Di era modern ini, pandemi ini kejadiannya 100 tahunan.”

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga turut menantang jajarannya untuk mengeluarkan ide hingga menciptakan program baru yang bisa membantu Indonesia mengatasi pandemi. Ia mencontohkan terkait angka kehamilan yang berpotensi melonjak tajam.

”Jadi Pak Asisten coba bayangkan kalau Bapak minta data persalinan di Jakarta itu bed occupancy ratio-nya seperti apa,” papar Anies. “Terus Bapak proyeksikan Maret sampai Agustus jumlah kehamilannya berapa, nanti bed occupancy ratio sembilan bulan kemudian berapa? Jangan sampai 9 bulan kemudian puskesmas kita kekurangan tempat.”

”Dari sekarang bidan, rumah bidan dikumpulkan 'Ayo kerja sama dengan pemerintah', kenapa? Antisipasi tingkat kelahiran yang meningkat. Apakah ini karena pinter? Ini soal mau baca atau tidak baca,” sambungnya. “Karena itu, saya minta semua jajaran baca implikasi pandemi pada tiap urusan masing-masing. Nanti insyaallah akan ketemu inspirasi yang relevan dengan Bapak-Ibu semua.”

Terakhir, Anies menegaskan jika pandemi virus corona sama sekali belum berakhir. “Kalau ada yang mengatakan COVID-19 ini selesai, tidak,” pungkasnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait