Gunung Sinabung kembali erupsi pada Rabu (19/8) dini hari denga kolom abu terpantau mencapai 2 km di atas puncak. Pemerintah langsung memberikan imbauan ini.
- Ruth Meliana
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 07:47 WIB
WowKeren - Gunung Sinabung dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Rabu (19/8) dini hari sekitar pukul 00.54 WIB. Kementerian ESDM melaporkan erupsi ini telah menciptakan kolom abu yang terpantau mencapai 2.000 meter (2 Km) di atas puncak.
Berdasarkan laman resmi Kementerian ESDM, kolom abu tersebut menuju arah timur dan tenggara dengan intensitas sedang. Adapun erupsi Gunung Sinabung telah terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm.
“Terjadi erupsi Gunung Sinabung pada hari Rabu, 19 Agustus 2020, pukul 00:54 WIB,” kata Kementerian ESDM melalui keterangan resminya, seperti dilansir dari Detik pada Rabu (19/8). “Dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 M di atas puncak (± 4460 m di atas permukaan laut).”
”Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur dan tenggara,” sambungnya. “Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 2344 detik.”
Erupsi Gunung Sinabung ini membuat Kementerian ESDM langsung memberikan imbauan pada masyarakat sekitar. Demi keamanan, warga diminta agar tidak melalukan aktivitas dalam radius 3-5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
”Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung,” imbau Kementerian ESDM. “Serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.”
Selain itu, Kementerian ESDM juga menganjurkan warga untuk menyiapkan dan memakai masker jika wilayahnya terkena hujan abu. Warga setempat juga diminta segera mengamankan pasokan air bersih dan selalu membersihkan atap rumah dari abu vulkanik agar tidak roboh.
”Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik,” jelas Kementerian ESDM. “Mengamankan sarana air bersih.
”Serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh,” lanjutnya. ”Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.”
(wk/lian)