Erick Thohir Curhat Pengalaman Jadi Pekerja Migran: Sering Dianggap Sebelah Mata
Nasional

Kehadiran pemerintah untuk membantu para pekerja migran ini dinilai Erick Thohir masih belum maksimal. Untuk itu ia berharap ke depannya hal ini bisa diperbaiki lagi

WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan jika dirinya pernah bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Ia pun mengakui jika sebagai pekerja migran dirinya kerap dipandang sebelah mata oleh orang lain.

Hal tersebut dikemukakan Erick saat berkunjung ke kantor Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta pada Selasa (18/8). Padahal, pekerja migran turut menyumbang devisa bagi negara sehingga mereka ini bisa dianggap sebagai pahlawan.

"Saya juga pernah jadi pekerja migran, waktu mengurus klub basket di Amerika dan klub bola di Italia," kata Erick. "Jadi saya sebetulnya ikut merasakan, seperti apa kerja di luar negeri. Kadang kita suka dianggap sebelah mata, sampai mereka melihat hasil kerja kita."

Meskipun banyak dipandang sebelah mata, tak sedikit pekerja migran yang berhasil mencapai kesuksesan hingga mampu menghidupi keluarganya. Namun sayangnya, kehadiran pemerintah untuk membantu para pekerja migran ini masih belum maksimal. Untuk itu ia berharap ke depannya hal ini bisa diperbaiki lagi.


"PMI merupakan pejuang devisa negara, tapi selama ini kehadiran pemerintah masih belum maksimal," tutur Erick. "Makanya saya harap negara bisa hadir membantu."

BUMN berupaya untuk membantu para pekerja migran. Terutama BUMN yang bergerak di bidang keuangan yang berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas, akses, dan layanan remitansi yang lebih baik ke depan bagi para pekerja migran. Adapun BUMN yang dimaksud adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Pos Indonesia (Persero).

"Mudah-mudahan ini bukan lip service saja," imbuhnya. "Tetapi konkrit dan bisa memastikan PMI bisa kita support maksimal."

Layanan yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon PMI, keberangkatan dan kepulangan, remitansi, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro, pelatihan kewirausahaan, serta promosi produk purna PMI. Lebih jauh, ia pun berharap agar ke depannya PMI bisa mengikuti program Kartu Pra Kerja. Selain Kartu Pra Kerja ia ingin PMI bisa mendapat bantuan usaha hingga Padat Karya Tunai.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait