Salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, menilai jika Indonesia cenderung terbuka dengan upaya eksploitasi yang dilakukan bangsa lain.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 10:51 WIB
WowKeren - Sudah menjadi rahasia umum jika bumi Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Hal itu pun telah diakui oleh salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo.
Sehingga tak heran jika banyak negara-negara yang tertarik dengan kekayaan alam Indonesia ini. Namun sayangnya, ia menilai ada yang keliru selama ini.
"Mereka negara dan kepentingan lain untuk berjuang kepentingan nasionalnya," kata Gatot saat acara Deklarasi KAMI di Jakarta Pusat, Selasa (18/8). "Mereka melakukannya untuk masa depan rakyatnya, lantas apa yang keliru?"
Menurutnya, Indonesia cenderung terbuka dengan upaya eksploitasi yang dilakukan bangsa lain. Eksploitasi tersebut hanya menguntungkan mereka-mereka yang berkepentingan, bukan untuk kemaslahatan rakyat.
"Kitalah yang terlalu berlapang dada, membuka diri untuk dieksploitasi," tegas Gatot. "Tetapi untuk kepentingan mereka, bukan untuk kemaslahatan dan keselamatan bangsa Indonesia."
Kendati demikian, bangsa Indonesia tetap bisa mempertahankan kekayaan negeri ini. Kuncinya adalah persatuan dan kesatuan. Selama bangsa Indonesia memiliki keyakinan untuk tidak mau terpecah belah maka itu bisa menjadi kekuatan untuk membela bangsa dan negara.
"Perlunya kita bersatu keyakinan bangsa bahwa sebagai bangsa kita tidak boleh dan jangan mau dipecah belah untuk kepentingan apa pun," lanjut Gatot. "Mari kita hentikan segala bentuk pembelahan bangsa dengan alasan apa pun."
Kendati saat ini kondisi Indonesia sedang terpuruk menghadapi pandemi COVID-19 namun ia optimis jika ke depannya Indonesia bisa menjadi negara maju. Hal itu bisa diwujudkan tanpa meninggalkan semangat gotong royong.
Terkait KAMI, ada anggapan yang menilai jika anggotanya merupakan barisan para mantan pejabat yang sakit hati karena dipecat oleh Presiden Joko Widodo. Isu ini beredar usai sejumlah mantan pejabat era Jokowi disebut menjadi deklarator KAMI.
Namun, hal ini telah dibantah oleh Ketua Komite KAMI Ahmad Yani. Menurutnya, KAMI justru beranggotakan anggota DPD aktif, dosen, bahkan guru besar. Meski demikian, ia tak membantah ada mantan pejabat era Jokowi yang juga menjadi anggota KAMI.
(wk/zodi)