Heboh Dubes Palestina Hadiri Deklarasi KAMI, Ternyata Dikira Acara Hari Kemerdekaan
Getty Images
Nasional

Dubes Palestina untuk RI, Zuhair al-Shun, terlihat hadir di Deklarasi KAMI yang menuai kontroversi pada Selasa (18/8) kemarin. Belakangan terungkap alasan sesungguhnya di balik kehadiran tersebut.

WowKeren - Sejumlah tokoh nasional mengadakan deklarasi gerakan masyarakat sipil bertajuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Beberapa diantaranya seperti pentolan Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo, sampai pengamat politik Rocky Gerung.

Namun ada satu tamu yang sangat menyita perhatian, yakni Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun. Tetapi belakangan terungkap bahwa Zuhair hadir karena diundang oleh Din Syamsuddin dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

"Klarifikasi tentang apa yang diberitakan media perihal Duta Besar Negara Palestina yang menghadiri undangan," ujar Kedubes Palestina, Rabu (19/8). "Yang disampaikan oleh Bapak Din Syamsuddin, Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia Palestina."

"Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia," imbuh Kedubes Palestina, dilansir dari Detik News. "Dan bukan yang lainnya."

Dijelaskan lebih lanjut, Zuhair al-Shun hanya hadir selama 10 menit di acara KAMI. Setelah pemutaran lagu Indonesia Raya, sang dubes kemudian langsung pulang.


"Kehadiran kami di acara tersebut hanya berlangsung selama 5 menit," jelas Kedubes Palestina. "Ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia."

Diketahui KAMI menuntut hingga delapan poin terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya terkait penghentian praktik korupsi, oligarki, dan dinasti politik.

"Menuntut penyelenggaraan negara untuk menghentikan sistem dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)," tutur KAMI. "Serta sistem dan praktik oligarki, kleptokrasi, politik dinasti dan penyelewengan/ penyalahgunaan kekuasaan."

Acara deklarasinya sendiri digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Selasa (18/8) siang. Selain Gatot, Din, dan Rocky, beberapa yang hadir lainnya seperti Refly Harun, Titiek Soeharto, MS Kaban, Said Didu, dan Ichsanuddin Noorsy.

Deklarasi KAMI ini kemarin pun turut dikaitkan dengan wabah virus Corona. Seperti ahli pandemi dan epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, yang mengkhawatirkan timbulnya klaster COVID-19 baru dari deklarasi tersebut.

Pasalnya massa tampak berkumpul di acara tersebut tanpa melakukan jaga jarak. "Bila tidak mematuhi atau menerapkan upaya pencegahan tentu berpotensi terjadi klaster," ujar Dicky, dikutip dari CNN Indonesia.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait