'Wajib Militer' Mahasiswa Tuai Polemik, Wamenhan Malah Usul Diterapkan Hingga SD-PAUD
Instagram/swtrenggono
Nasional

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono membuka opsi 'wajib militer' alias program Bela Negara, yang sedang menjadi sorotan beberapa waktu belakangan, akan diimplementasikan hingga tingkat usia dini.

WowKeren - Masyarakat sedang dibuat geger dengan wacana wajib militer yang digagas oleh Kementerian Pertahanan. Bertajuk "Bela Negara", program ini menyasar untuk mahasiswa dan akan dilakukan selama satu semester.

Banyak pro dan kontra yang mengiringi wacana ini, namun tampaknya tak menyurutkan niat Kemenhan untuk mengimplementasikan program tersebut. Sebab baru-baru ini Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa program Bela Negara akan disiapkan untuk semua kalangan, bahkan ke tingkat sekolah dan pendidikan usia dini.

"Kami turunkan lagi ke level SMA, kemudian SMP," ujar Trenggono dalam wawancaranya dengan Radio Elshinta, Rabu (19/8). "Kemudian Sekolah Dasar dan nanti ke (pendidikan) usia dini."

Namun tentu saja ada penyesuaian untuk program Bela Negara bagi anak usia dini seperti ini. Disebutkan Trenggono, konsep bela negara yang akan diimplementasikan adalah untuk merumuskan bagaimana peran orangtua agar ikut terlibat di dalamnya.


"Seperti memberikan dongeng-dongeng sebelum tidur kepada putra-putrinya," jelas Trenggono, dilansir dari Kompas. "Ditemani tidur kemudian didongengkan tentang Indonesia, bagaimana sejarah Indonesia, bagaimana budaya Indonesia."

Pernyataan Trenggono ini seolah untuk menegaskan bahwa program Bela Negara bukan pendidikan militer, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Bahkan sedianya program ini akan digabungkan dengan Merdeka Belajar milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Terkait dengan program mahasiswa, kita diskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Di sana itu ada program namanya Merdeka Belajar, mahasiswa itu mengambil satu kegiatan untuk belajar tentang bela negara," jelas Trenggono. "Bela negara itu bukan militer, nanti kesannya itu militerisasi."

Trenggono juga menyatakan program Bela Negara tidak hanya untuk mahasiswa tetapi semua masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk implementasi programnya di lingkup kampus merupakan sukarela.

"Sebenarnya tidak hanya untuk mahasiswa, semua milenial termasuk yang dewasa pun harus punya jiwa bela negara. Karena kita ini di Indonesia harus ada yang kita banggakan di kancah internasional, kebanggaan kita sebagai warga bangsa," tutur Trenggono. "Bagi mereka yang tidak berminat tidak apa-apa juga, jadi bukan sesuatu yang harus sifatnya."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait