Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) buka suara terkait tudingan ahli pandemi dan epidemiologi serta Satgas COVID-19 yang menyebutkan aksi deklarasi pada Selasa (18/8) lalu itu dapat memicu klaster baru virus corona.
- Nidya Putri
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:13 WIB
WowKeren - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) melakukan aksi deklarasi di Lapangan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8) lalu. Aksi deklarasi ini sendiri turut diikuti sejumlah tokoh publik, seperti Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Said Didu, hingga Refly Harun.
Sayangnya, ahli pandemi dan epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai jika deklarasi tersebut dapat memicu munculnya klaster virus corona (COVID-19). Pasalnya, dalam deklarasi tersebut massa yang turut hadir dipastikan membuat kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan.
Merespon hal ini, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani menuturkan, pihaknya siap bertanggungjawab jika dinilai melanggar protokol kesehatan dalam menyelenggarakan deklarasi tersebut. Ia bahkan mengaku telah memaksimalkan penerapan protokol kesehatan COVID-19.
"Kalau itu pun dianggap kita harus bertanggung jawab, KAMI siap bertanggung jawab," ujarnya, Rabu (19/8). "Tapi kita sudah semaksimal mungkin melaksanakan protokol kesehatan itu."
Dia mengklaim telah menerapkan protokol kesehatan, misalnya dengan membuat selang-seling tempat duduk sampai mewajibkan penggunaan masker. "Orang yang masuk juga harus cuci tangan, suhu badan diukur, kalau enggak bawa masker pun kita kasih masker," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan jika situasi mulai tidak terkendali saat Din Syamsuddin menyampaikan deklarasinya. Seharusnya, hanya tiga orang yang bicara di depan.
Tetapi, hampir semua tokoh berdiri dan bicara di hadapan peserta. Dia menyalahkan peserta hingga wartawan yang hadir mendekati pembacaan deklarasi. "Itu pun beberapa deklarator inisiatif membatasi itu. Tapi memang itu kita enggak bisa kendalikan, itu memang kita akui," pungkasnya.
Sebelumnya, deklarasi KAMI juga turut disorot oleh Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito. Ia menyebut banyak massa tidak menggunakan masker dan tak menjaga jarak aman.
"Di sini terlihat kerumunan massa yang cukup besar dan sangat berdekatan," ujarnya. "Sebagian ada yang menggunakan masker dan cukup banyak yang tidak menggunakan masker."
(wk/nidy)