Karimun Bisa Tenggelam Jika Ratusan Ton Amonium Nitrat Sitaan Disana Meledak
Nasional

Peristiwa ledakan dahsyat di Beirut disebut bisa menimpa Karimun jika ratusan ton amonium nitrat yang disita Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) di gudang tidak segera dimusnahkan.

WowKeren - Dunia pada awal Agustus ini telah dikejutkan dengan ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon. Ledakan besar yang disebut mirip bom atom Hiroshima itu dipicu oleh amonium nitrat yang meledak di dekat pelabuhan. Kini, peristiwa mengerikan itu dinilai bisa menimpa di salah satu wilayah Indonesia.

Wilayah yang berpotensi mengalami ledakan seperti Beirut adalah Karimun, Kepulauan Kepri. Pasalnya, 448 ton bahan peledak amonium nitrat masih tersimpan di gudang Kanwil dan belum dimusnahkan hingga saat ini.

Bahan peledak tersebut merupakan hasil sitaan dari Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Karimun, Kepulauan Riau. Setidaknya ada 17.936 karung amonium nitrat dari berbagai kasus yang masih disimpan.

Kepala Kantor DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menjelaskan jika ratusan ton amonium nitrat itu adalah hasil penindakan pihaknya sejak tahun 2010 silam. Ia mengatakan ada dua kasus penyitaan di tahun 2010 yang telah inkrah di tahun 2012. Selanjutnya, bertambah 3 kasus di tahun 2015, lalu 3 kasus di tahun 2016, dan 1 kasus di tahun 2018.

”Seharusnya barang dieksekusi, karena sudah ada keputusan hukum dan barangnya sudah dirampas untuk Negara,” kata Agus seperti dilansir dari Suara, Kamis (20/8). “Karena jaksa tidak punya gudang dan sebagainya, jadi dititipkan ke kami.”


Terkait ancaman bahan tersebut meledak, Agus menyanggahnya. Menurutnya, proses penyimpanan ratusan ton amonium nitrat tersebut sudah cukup baik dan sesuai dengan prosedur. Selain itu, amonium nitrat itu juga telah ditempatkan di tempat yang aman.

Meski demikian, Agus mengakui jika amonium nitrat itu tidak baik jika terlalu lama disimpan di dalam gudang. Ia lantas membandingkan situasi penyimpanan bahan tersebut di Karimun dan Beirut.

Ternyata, jumlah amonium nitrat yang berada di Karimun hanya seperlima dari jumlah yang berada di Beirut. Namun jika amonium nitrat itu aktif dan sampai meledak, Agus menyatakan daya ledakannya bahkan dapat menenggelamkan Karimun.

“Jika dibandingkan, yang ada sama kita ini seperlima atau seperempat dari yang ada di Lebanon,” jelas Agus. “Jika (amonium nitrat) aktif, bisa menenggelamkan Karimun.”

Oleh sebab itu, Kanwil DJBC saat ini sedang berupaya untuk segera memusnahkan bahan peledak tersebut sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Agus menjelaskan pihaknya telah mengirim surat kepada Kejaksaan, Kejagung, Kapolri, dan Presiden untuk diizinkan segera memusnahkan amonium nitrat itu.

”Dengan adanya kejadian itu, kita mengingatkan, kita buatkan surat pada Kejari, karena kami tahu kesulitan dalam mengeksekusi,” papar Agus. “Barang sebanyak ini kalau disimpan terlalu lama bisa menimbulkan bahaya yang serius. Dan kita tidak mau nantinya sama seperti kejadian di Lebanon.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait