Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam pertemuannya dengan bos- bos media online mengungkapkan jika dirinya kerap langganan menjadi korban clickbait.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 22 Agustus 2020 - 12:40 WIB
WowKeren - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani baru saja menjadi pembicara dalam Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada Sabtu (22/8). Acara ini dihadiri oleh para pimpinan media massa yang tergabung dalam AMSI.
Dalam kongres ini, Sri Mulyani turut mengungkapkan keluh kesahnya sebagai tokoh politik yang selalu menjadi sorotan media. Ia mengaku kerap menjadi korban clickbait atau berita dengan judul-judul yang sedikit bombastis.
Sri Mulyani menyadari jika saat ini perkembangan teknologi bergerak dengan cepat dan luas. Hal ini membuat masyarakat menjadi lebih mudah mengakses berbagai informasi melalui teknologi.
Oleh sebab itu, ia mengingatkan para pelaku industri media untuk berhati-hati dalam menyajikan berita. Menurutnya, setiap media harus siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada seiring dengan perkembangan teknologi tanpa menurunkan kualitas suatu berita.
”Saya merasa kita melihat dengan kasat mata bagaimana adanya disinformasi yang di-mainstream-kan,” kata Sri Mulyani secara virtual seperti dilansir dari Detik, Sabtu (22/8). “Dan tadi yang disebutkan oleh Mas tadi kalau 80 persen KPI ke pihak distributornya itu adalah yang bisa menentukan KPI.”
”Itulah yang kemudian menyebabkan terjadinya orientasi orang berdasarkan performance indicators-nya apa,” sambungnya. “Kalau performance indikatornya berdasarkan klik dan klik itu selalu dijudulkan dengan yang bombastis, kalaupun isinya benar, judulnya misleading karena saya sering menjadi victim gitu itu.”
Walau mengaku kerap menjadi korban media, Sri Mulyani mengaku ia cukup memahami hal tersebut. Namun, ia juga mengungkapkan terkadang cukup terkejut dengan berita-berita tentang dirinya lantaran judul dengan isi sering berbeda.
”Jadi judulnya apa isinya apa kami juga dalam suasana yang luar biasa jadinya full stresses karena rasanya saya ngomong kayak gitu kenapa jadi begitu ya judulnya,” ungkap Sri Mulyani. “Tapi karena saya tahu bahwa teman-teman pengin ada kliknya kalau ada kata Sri Mulyani ngomong sesuatu yang ada kontroversi pasti di klik gitu.”
Terakhir, Sri Mulyani mengatakan ada sejumlah cara yang dinilai mampu mengatasi permasalahan mengenai disinformasi dari media. Hal ini dengan melihat sumber berita itu sendiri.
Kinerja AMSI dan Dewan Pers juga dinilai telah melakukan fungsi dan tugasnya dengan baik sejauh ini dalam mengawasi disinformasi yang kerap terjadi. “Jadi saya juga memahami itu. Nah kita semuanya harus mencoba untuk melihat sumbernya atau yang disebut pondasi dari distorsi itu,” pungkasnya.
(wk/lian)