Buntut Pengunjung Membludak Tuai Sorotan, Pemkot Kaji Penutupan Alun-Alun Surabaya
Nasional

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto menuturkan jika dalam evaluasi nantinya tidak menutup kemungkinan jika akan dilakukan penutupan alun-alun.

WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan evaluasi terhadap pembukaan alun-alun Kota Surabaya. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto.

Baru saja diresmikan pada Senin (17/8) lalu, alun-alun Surabaya ramai menuai sorotan. Hal itu tak lepas dari fenomena pengunjung bergerombol saat digelarnya pertunjukan seni belum lama ini.

Adanya pembatasan jumlah pengunjung saat pertunjukan seni membuat pengunjung yang tidak bisa masuk menciptakan kerumunan di luar. Akibatnya, Pemkot Surabaya pun untuk sementara waktu menghentikan pertunjukan seni ini.

Kendati demikian, alun-alun masih tetap dibuka untuk kunjungan masyarakat dengan kapasitas maksimal 40 persen. Irvan menuturkan jika dalam evaluasi nantinya tidak menutup kemungkinan alun-alun akan ditutup.

"Hari ini kita terjunkan full team untuk melakukan evaluasi secara langsung," kata Irvan, Jumat (21/8). "Tidak menutup kemungkinan nanti dilakukan penutupan. Melihat situasi dan kondisi."


Untuk mengurangi jumlah pengunjung alun-alun, ia mengusulkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) menutup semua tempat parkir insidentil di sekitar Balai Pemuda. Serta untuk memastikan jumlah pengunjung tidak melebihi batas, pihaknya juga akan menghitung jumlah orang yang datang.

"Kami lakukan penghitungan pengunjung," ujarnya. "Jika sudah mencapai kuota maka tempat parkir di basement dan pintu masuk ditutup."

Untuk meminimalisir risiko penularan, tim juga telah melakukan pembersihan di kawasan Balai Pemuda. "Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Sehari sampai 3-4 kali," katanya.

Sebelumnya, ramainya pengunjung di acara pertunjukan seni yang digelar pada Kamis (20/8) malam menuai sorotan. Usut punya usut, pertunjukan seni tersebut rupanya tak mengantongi izin dari kepolisian.

"Pertama kegiatan tersebut kita tidak mengeluarkan izin sama sekali," kata Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Wimboko dilansir Suara Surabaya, Sabtu (22/8). "Pemberitahuannya (dari Pemkot Surabaya) juga tidak ada."

Sementara itu, masyarakat tak sedikit yang mengurungkan niat untuk datang. Mereka khawatir potensi munculnya klaster baru.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!