Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai dalam kondisi perang untuk bisa menang kekuatan musuh masih bisa diperkirakan. Kondisi ini tidak sama dengan pandemi.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 24 Agustus 2020 - 17:25 WIB
WowKeren - DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang mencetak rekor tertinggi dalam mencatat kasus corona di Indonesia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengakui jika kondisi penyebaran pandemi di ibu kota sangat berbahaya.
Saban hari, Jakarta masih terus mencatat penambahan kasus COVID-19. Bahkan kondisi pandemi di Jakarta lebih berbahaya dibandingkan kondisi saat perang. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Menurutnya, dalam kondisi perang untuk bisa menang kekuatan musuh masih bisa diperkirakan. Kondisi ini tidak sama dengan pandemi. Keberadaan virus yang tidak bisa ditebak semakin cepat saja menular di tengah masyarakat. Terlebih lagi belakangan ini semakin banyak bermunculan klaster baru corona.
"Dalam kondisi perang kekuatan musuh bisa ditakar," kata Riza di kanal Youtube milik Pemprov DKI Jakarta, Senin (24/8). "Tetapi saat menghadapi penyebaran penyakit menular ini virus tak bisa diduga-duga atau ditebak keberadaannya. Itu sebabnya melawan corona jauh lebih rumit ketimbang perang."
Ia kemudian membahas terkait vaksin. Saat ini di sejumlah penjuru dunia vaksin tengah dikembangkan dengan berbagai pendekatan.. Kendati demikian, dengan ditemukannya vaksin tak serta merta menandakan perjuangan melawan COVID-19 sudah berakhir.
Sebab, masih diperlukan waktu untuk vaksin bisa diproduksi secara massal dan disebarkan secara merata. Lalu menurutnya, setiap harinya vaksin harus disuntikkan ke sedikitnya 1 juta warga untuk melumpuhkan virus.
"Kalau pun sudah ditemukan vaksin, tetap masih butuh waktu produksi massal, distribusikan, dan menyuntikan ke seluruh warga di dunia," ujar Riza. "Jadi, untuk Indonesia paling cepat dan paling hebat itu membutuhkan 1 juta suntik 1 hari."
Sedangkan jumlah populasi penduduk di Indonesia sendiri mencapai 267 juta jiwa. "Jadi kalau penduduk kita ada 267 juta, hampir setahun yang dibutuhkan agar warga Indonesia seluruhnya telah tervaksin," pungkasnya.
(wk/zodi)