PA 212 mengungkapkan harapannya agar Habib Rizieq bisa segera kembali ke Tanah Air, beri tuntutan ini ke Pemerintah Indonesia seputar kasus hukum yang menjerat Rizieq.
- Ruth Meliana
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:40 WIB
WowKeren - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyampaikan harapannya agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bisa segera kembali ke Tanah Air. Tak hanya itu, PA 212 juga turut memberikan tuntutan kepada Pemerintah Indonesia seputar perkara Rizieq.
Ketua Media PA 212 Novel Bamukmin meminta pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan kepada Rizieq. Jaminan tersebut diharapkan dapat melindungi Rizieq dalam kasus hukum yang sempat dituduhkannya beberapa tahun yang lalu.
Selain itu, Novel juga meminta agar Rizieq tidak dilibatkan lagi dalam segala hal kepentingan politik lantaran pemilu telah selesai. Pernyataan tersebut disampaikan Novel di tengah momentum hari ulang tahun Rizieq yang ke-55 pada Senin (24/8) lalu.
”Hentikan kepentingan politik yang tidak sehat,” tegas Novel seperti dilansir dari Suara, Selasa (25/8). “Atau mungkar agar Indonesia mempunyai kedaulatan dan kemerdekaan yang utuh karena hakikatnya kemerdekaan adalah hak setiap warga negara.”
Lebih lanjut Novel juga angkat berbicara mengenai kasus hukum Rizieq yang belum dilakukan akibat yang bersangkutan sudah pergi ke Arab Saudi. Ia menegaskan jika kasus yang dituduhkan ke Rizieq seharusnya sudah dinyatakan selesai.
Namun jika kasus tersebut sampai dilanjutkan, maka Novel mencurigai adanya kepentingan politik. “Setahu saya sudah selesai semua karena memang seharusnya tidak ada kasus kasus IB (imam besar) HRS cuma lagi lagi diduga direkayasa demi kepentingan politik,” tegas Novel.
Novel memuji Rizieq sebagai sosok yang mampu memberikan contoh dan sikap baik kepada masyarakat, serta seorang nasionalisme. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah dapat berupaya memulangkan Rizieq ke Tanah Air karena Indonesia dinilai membutuhkan sosoknya.
”Indonesia sangat butuh sosok IB HRS yang sudah tidak disangsikan merah putihnya dengan penjagaan terhadap NKRI yang sudah teruji,” ungkap Novel. “Tidak pernah kompromi terhadap pengkhianatan ideologi bangsa dan juga sudah teruji perlawanan terhadap penjajahan asing."
(wk/lian)