Anggota Komisi Kesehatan DPR, Saleh Partaonan Daulay, juga menyoroti tema APBN yang sudah disampaikan ke DPR. Menurutnya, tema percepatan pemulihan ekonomi nasional kurang tepat.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:05 WIB
WowKeren - Anggota Komisi Kesehatan DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengungkap masih ada masyarakat yang positif COVID-19 namun membayar biaya perawatan mandiri. Seharusnya, biaya perawatan COVID-19 menjadi tanggungan negara.
Padahal, biaya perawatan untuk pasien COVID-19 tidak bisa dibilang murah. Ia pun menyayangkan hal ini. Informasi ini diketahui dari laporan warga yang masuk ke Fraksi PAN. Oleh sebab itu, ia berharap agar pemerintah lebih serius dalam menghadapi pandemi COVID-19.
"Kita mengharapkan pemerintah serius menghadapi situasi COVID-19. Banyak masyarakat yang tak sanggup swab test," kata Saleh di Senayan, Selasa (25/8). "Kedua, adanya masyarakat kita yang positif COVID-19 itu justru malah membayar sendiri biara perawatan dan biaya itu mahal."
Tak tanggung-tanggung berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah biaya perawatan yang harus dibayarkan pasien bahkan mencapai Rp 60 juta. "Padahal, sudah ada surat yang menyatakan seluruh biaya itu dibayar negara," imbuhnya.
Sehingga ia pun menduga ada kesan pemerintah tak ingin membayar. Namun, hal sebaliknya juga terjadi, ketika ada masyarakat yang dirawat dan dibiayai pemerintah namun rupanya tidak menderita COVID-19.
"Ini contoh-contoh yang tidak kita rasakan jelas real padahal jumlahnya banyak," ujarnya. "Jadi kita menghadapkan pemerintah serius menangani COVID-19."
Dalam kesempatan yang sama, Saleh juga menyoroti tema APBN yang sudah disampaikan ke DPR. Menurutnya, tema APBN untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional kurang tepat.
"Tema APBN pemerintah itu kan percepatan pemulihan ekonomi nasional dan penguatan reformasi," kata dia. "Kami rasa tema ini tidak tepat."
Percepatan ekonomi menurutnya bukan hal yang tepat untuk dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Yang benar adalah memulihkan ekonomi terlebih dahulu mengingat COVID-19 telah membuat perekonomian RI babak belur. Ia meminta agar sektor ekonomi dan kesehatan harus bisa berjalan beriringan.
"Karena apa, karena kita merasa saat ini bukan percepatan pemulihan ekonomi justru kita hanya pada pemulihannya dulu, bukan percepatannya." ujar Saleh. "Jadi, pemulihan ekonomi nasional dan penguatan sektor kesehatan."
(wk/zodi)