Anggota DPR Mulan Jameela menilai kondisi keuangan PLN tidak sehat dengan utang mencapai nyaris Rp 700 triliun. Dirut PLN Zulkifli Zaini pun angkat bicara menjelaskan situasi tersebut.
- Elvariza Opita
- Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:45 WIB
WowKeren - Perihal utang PT Perusahaan Listrik Negara kembali menjadi bahasan panas belum lama ini. Pasalnya anggota DPR RI Mulan Jameela mengungkitnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII kemarin Selasa (25/8).
Tak main-main, utang PLN ternyata menembus Rp 694,7 triliun. Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini pun sudah membeberkan rincian utangnya, dengan yang menjadi fokus utama adalah utang jangka pendek senilai Rp 157,7 triliun.
Dan untuk membayarnya, rupanya PLN "mengincar" pembayaran utang pemerintah yang mencapai Rp 47 triliun kepada PLN. Menurut Zulkifli, saat ini pemerintah baru membayarkan sebesar Rp 7 triliun kepada PLN.
"Pemerintah menjanjikan sisa utang senilai Rp 38 triliun pada akhir Agustus atau awal September 2020," ujar Zulkifli dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta.
Menurut Zulkifli, piutang yang cukup besar ini berasal dari program kebijakan listrik. Dan pembayaran oleh pemerintah merupakan solusi PLN untuk menyelesaikan utang mereka, sehingga Zulkifli berharap pemerintah bisa segera memenuhi janji dan melunasi utang subsidi listrik tersebut.
"Kami sedang menunggu dengan berdebar-debar," ujar Zulkifli, seperti dilansir dari Kompas, Rabu (26/8). Sebab selain untuk membayar utang, pemasukan dari pemerintah ini bisa menjaga kondisi keuangan perseroan dengan baik hingga akhir tahun 2020.
"Kami berkomitmen menjaga sustainability keuangan PLN," tutur Zulkifli tegas. Meskipun demikian, Zulkifli meyakinkan PLN tak akan menaikkan tarif listrik bagi masyarakat, apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini.
Terkait dengan utangnya sendiri, Zulkifli membaginya dalam 2 jenis sesuai dengan jangka waktu pembayaran. "Mengenai utang kami, utang jangka panjang Rp 530 triliun, utang jangka pendek Rp 150 triliun lebih," terang Zulkifli.
Sedangkan utang ini sendiri, dilansir dari pernyataan sang wakil rakyat dalam rapat tersebut, berasal dari megaproyek infrastruktur listrik 35 ribu megawatt (MW). Mulan menuturkan PLN tak memiliki sumber dana yang cukup untuk menyelesaikan proyek tersebut sehingga harus meminjam dalam jumlah besar.
(wk/elva)