Alasan Mengapa Perkembangan COVID-19 di Kabupaten Lebih Baik Dibanding Kota
Getty Images/Juni Kriswanto
Nasional

Tim pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, lantas mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan perkembangan corona di kabupaten lebih baik dibanding di perkotaan.

WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa daerah perkotaan menyumbang 65 persen kasus positif virus corona di Indonesia. Sedangkan kabupaten menyumbang 35 persen sisanya.

Tim pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, lantas mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan perkembangan corona di kabupaten lebih baik dibanding di perkotaan. Yang pertama adalah jumlah penduduk perkotaan yang lebih tinggi dibanding wilayah kabupaten. Menurut Dewi, 55 persen penduduk Indonesia berada di wilayah perkotaan.

"Kedua, kepadatan penduduk jika dihitung dengan luas per kilometer persegi," lanjut Dewi dalam siaran di kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (26/8). "Dengan jumlah penduduk banyak dan area tidak terlalu besar sehingga menyebabkan kepadatan penduduk jauh lebih tinggi di perkotaan."

Kemudian yang ketiga adalah perkotaan memiliki lebih banyak tempat yang memungkinkan orang-orang berkumpul dalam jumlah besar. Contohnya adalah pusat perbelanjaan, bioskop, hingga gym.


"Sehingga risikonya jauh lebih kelihatan di kota," tutur Dewi. "Sementara di kabupaten, jarak pusat kegiatan satu dan lainnya jauh. Rumah satu dan lainnya pun jauh."

Lebih lanjut, Dewi juga menjelaskan bahwa perkotaan memiliki fasilitas kesehatan (faskes) yang jauh lebih banyak dan mudah diakses dibanding kabupaten. Namun kasus kematian akibat COVID-19 di perkotaan tetap lebih tinggi dibandingkan di kabupaten.

"Tetapi mengapa kematian tetap lebih tinggi kota? Karena tadi kita lihat jumlah kasus," pungkas Dewi. "Ketika kita lihat jumlah kasus lebih tinggi maka mau tak mau faskes pun kewalahan."

Sebelumnya, Dewi telah mengungkapkan daftar 40 kabupaten/kota yang menyumbang kasus positif corona tertinggi di Tanah Air. Hasilnya, Kota Surabaya di Jawa Timur menjadi penyumbang kasus positif COVID-19 tertinggi di Indonesia.

Selain itu, Dewi juga mengungkapkan 40 kabupaten/kota penyumbang kematian COVID-19 tertinggi di Indonesia. Di daftar ini, Kota Surabaya lagi-lagi menduduki posisi puncak dan menjadi penyumbang kematian COVID-19 tertinggi di Indonesia.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait