Polsek Ciracas, Jakarta Timur, dilaporkan diserang oleh 100 orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. Walau tak ada korban jiwa, kesaksian detik-detik jelang kejadian itu begitu mengerikan.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 29 Agustus 2020 - 09:56 WIB
WowKeren - Polsek Ciracas, Jakarta Timur sedang menjadi sorotan nasional usai diserang oleh ratusan orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari. Dilaporkan bangunan Polsek benar-benar dihancurkan dan dibakar, serta para pelakunya turut mengancam keselamatan warga-warga sipil di sekitar.
Kasus ini pertama kali mencuat pasca pemadam kebakaran setempat mendapat laporan soal mobil terbakar. "Area parkir polsek, (kebakaran) jam 02.00 WIB pagi," ujar petugas Command Center Damkar, dilansir dari Detik News.
Masih dipantau dari Detik News, satu bus polisi tampak pecah kacanya dan dua mobil dilaporkan hangus terbakar. Selain itu banyak pula objek-objek pelengkap di Polsek Ciracas yang ikut dibakar dan dihancurkan massa.
Polda Metro Jaya yang langsung terjun ke lokasi pun menyebut ada sekitar 100 orang tak dikenal yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Namun beruntungnya tak ada korban jiwa yang timbul akibat insiden tersebut.
"Iya, sekelompok orang tak dikenal, berkisar hampir 100 oranglah," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. "Nggak ada (korban jiwa)."
Kendati tak ada korban jiwa, namun beberapa saksi menyebut peristiwa penyerangan ini sangat mengerikan. Seperti dituturkan oleh seorang warganet yang sepertinya merupakan anak dari seorang penjual di sekitar Polsek Ciracas yang juga berhadapan dengan para penyerang kejam itu.
"Sumpah serem banget ini lebih parah dari yg sebelumnya menurut gua. Kata bokap motor tuh mulai rame dari jam set12 malem, banyak banget motor sampe ratusan pada konvoi bolak balik sweepimg gitu. Trus mulai heboh abis itu. Kenapa sii manusia jahat bangettt," cuit @ak**k.
Menurutnya semua warga sipil diserang, sama sekali tidak pandang bulu. Bila dibandingkan dengan kejadian serupa pada 2018 silam, menurutnya peristiwa kali ini lebih menyeramkan.
"Banyak warung dipinggir jalan yg diancurin. Bener bener random banget nyerang nya. Tapi orangnya bener bener banyaak banget. Tawuran juga bukan soalnya gaada lawannya dong. Mereka segerombol trus rame rame nyerang," pungkasnya.
(wk/elva)