Polisi Periksa Ratusan Saksi Terkait Kebakaran Gedung Kejagung RI, Mulai Dari Pejabat Hingga OB
Reuters
Nasional
Kebakaran Kejagung

Sebagai informasi, kebakaran besar yang terjadi di gedung Kejagung RI pada Sabtu (22/8) lalu diketahui berasal dari lantai enam yang merupakan bagian kepegawaian. Api pun meluas hingga melalap seluruh gedung.

WowKeren - Hingga Senin (31/8) hari ini, sebanyak 105 orang telah diperiksa polisi sebagai saksi terkait insiden kebakaran yang menghanguskan gedung utama Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada 22 Agustus 2020 lalu. Ratusan saksi tersebut terdiri dari berbagai kalangan.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, para saksi terdiri dari 20 orang petugas cleaning service, 54 petugas office boy (OB), dan 10 orang pengamanan dalam (pamdal). Lalu ada juga lima orang pejabat Kejagung, tujuh orang tukang, tujuh orang pihak swasta, dan dua orang pekerja teknisi.

"Total sudah 105 saksi kami periksa. Kami kerjanya paralel dengan Kejaksaan Agung," ungkap Awi di Jakarta Selatan pada Senin (31/8) hari ini. "Mereka melakukan melakukan TKP, mereka dikumpulkan, dan selanjutnya dianalisa Badan Reserse Kriminal Polri."

Sementara itu, pihak kepolisian masih belum bisa memastikan kapan analisa sampel abu dan rekaman kamera pengawas akan selesai. Menurut Awi, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga masih meneliti kedua barang bukti tersebut. "Belum, tidak dapat dipastikan, tunggu saja," ungkap Awi.


Nantinya, hasil analisa abu dan rekaman kamera pengawas tersebut akan dicocokan dengan keterangan saksi dan hasil olah TKP. "Dari sanalah nanti baru mereka akan menentukan bahwasanya kasus ini terkait dengan bencana atau ada unsur, kita sama-sama lihat nanti," pungkas Awi.

Sebagai informasi, kebakaran besar di gedung Kejagung RI diketahui berasal dari lantai enam yang merupakan bagian kepegawaian. Api pun meluas hingga melalap seluruh gedung.

Pihak pemadam kebakaran sendiri baru dapat mengalahkan si jago merah pada keesokannya paginya, yakni pada Minggu (23/8). Rupanya, petugas pemadam kesulitan mendapat sumber air.

Hanya ada dua sumber air yang tersedia, yaitu Mabes Polri yang lokasinya sekitar 100 meter di seberang Gedung Kejagung dan Taman Martha Tiahahu, Blok M, berjarak kurang lebih sama.

"Pada saat kejadian pertama kita bayangannya adalah kolam renang Bulungan. Kan dekat," ungkap Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dilansir Merdeka.com. " Ternyata kolam renang Bulungan sedang direnovasi. Jadi kita putuskan untuk mengambil sumber air yang ada di Mabes Polri."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts