Sebelumnya, Kai dan Baekhyun bermain game tebak-tebakan dengan memakai headphone. Namun 'episode panty' tersebut rupanya justru membawa keuntungan bagi pelantun '100' itu.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Senin, 31 Agustus 2020 - 16:28 WIB
WowKeren - Boy grup SuperM menjadi bintang tamu di acara "Ask Us Anything" yang ditayangkan JTBC Sabtu (29/8) lalu. Di sini, Kai membicarakan efek dari penampilannya di "Ask Us Anything" akhir tahun lalu saat EXO mempromosikan album "Obsession".
Sebelumnya, Kai dan Baekhyun bermain game tebak-tebakan dengan memakai headphone. Dalam permainan ini, Kai salah mendengar ucapan Baekhyun di mana ia mengatakan "dua kata di dalam padding" namun Kai mendengarnya "dua kata di dalam panty (celana dalam)".
"Setelah episode itu, aku mengubah cara berpikirku tentang variety show," kata Kai. "Saat aku berjalan, orang-orang yang berpapasan denganku akan berkata, 'Oh, itu cowok celana dalam.' Seseorang yang belum pernah aku temui sebelumnya mendatangiku dan berkata, 'Aku senang menonton celana dalamnya'."
"Dulu aku merasakan banyak tekanan saat tampil di variety show," penyanyi kelahiran 1994 itu melanjutkan. "Aku takut jika aku membuat imejku terlalu lucu, maka orang akan tertawa ketika aku menari."
Namun "episode panty" tersebut rupanya justru membawa keuntungan bagi Kai. Usai menontonnya, banyak orang jadi mencari dan menonton video-video dance pemilik nama asli Kim Jongin tersebut dan menemukan bahwa ia dancer yang hebat. Gara-gara momen itu pula Kai jadi mendapat julukan baru.
"Tapi aku pikir karena celana dalam itu, lebih banyak orang menontonku menari. Aku melihat komentar seperti, 'Aku tidak tahu oppa panty sangat keren.' Aku mengubah sikapku terhadap variety show setelah itu. Ini pasti yang mereka maksud dengan lingkaran baik," ucapnya.
Di sini, Kai juga ditanya apakah dia merasa berbeda saat berada di sekitar Baekhyun di SuperM dibandingkan dengan EXO karena Baekhyun adalah leader di SuperM. Kai menjawab dengan sederhana, "Tidak".
Dia menambahkan, "Akan lebih aneh jika dia tiba-tiba bertindak berbeda karena dia adalah leadernya. Dia adalah dia. Dia adalah leader yang sangat nyaman, jika kami memiliki keluhan, ternyata dia memiliki lebih banyak keluhan. Itu gaya kepemimpinannya.”
(wk/dewi)