Mutasi D614G pertama kali dideteksi di Jerman dan Tiongkok pada Januari lalu. Sedangkan di Indonesia, mutasi D614G baru dideteksi pada April hingga awal Mei
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 04 September 2020 - 15:15 WIB
WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro buka suara mengenai virus D614G yang diklaim 10 kali lebih menular dan ganas di Indonesia. Ia menegaskan jika sampai detik ini belum ada bukti yang membenarkannya.
Ia mengatakan jika pada dasarnya mutasi D614G tidak berbeda dengan SARS-CoV-2 yang kita hadapi selama ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya baru-baru ini melaporkan temuan terbaru mereka soal mutasi COVID-19 di sejumlah wilayah Indonesia yang diklaim 10 kali lebih menular dari biasanya.
"Sudah call (telepon) presiden GISAID, bahwa tidak ada bukti virus ini lebih ganas dan bahaya," kata Bambang di kantor Graha BNPB Jakarta, Rabu (2/9). "Pada intinya, mutasi D614G sama aja dengan SARS-CoV-2 yang kita hadapi selama ini."
Mutasi D614G pertama kali dideteksi di Jerman dan Tiongkok pada Januari lalu. Sedangkan di Indonesia, mutasi D614G baru dideteksi pada April hingga awal Mei.
"Kalau melihat WGS (whole genome sequencing)," kata Bambang. "Pada dasarnya 78 persen yang mengandung D614G, artinya sudah mendominasi virus corona (dunia)."
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto. Ia menyebut belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan jika D614G lebih mudah menular. Memang D614G 10 kali lebih mudah menular namun itu hanya sebatas pengujian di laboratorium.
"Bahwa mutasi D614G lebih mudah menginfeksi sel juga baru ditunjukkan pada eksperimen di laboratorium," kata Wien. "Belum berbasis data berdasarkan infeksi alaminya. Belum ada bukti lebih mudah menular."
Selain di Indonesia, mutasi virus corona D614G juga dijumpai di beberapa negara lain di Asia Tenggara. Otoritas kesehatan Malaysia telah melaporkan jika varian mutasi virus corona D614G sudah masuk ke negaranya pada Agustus.
Lalu di Singapura, ilmuwan mereka menyebut jika mutasi D614G tidak selalu menjadi ganas. Sedangkan di Filipina, mutasi ini pertama kali terdeteksi di Quezon.
(wk/zodi)