Oknum TNI AL dan AU Diduga Juga Terlibat Dalam Penyerangan Polsek Ciracas
Nasional

Menurut Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, setidaknya ada delapan prajurit di luar matra TNI AD yang turut terlibat dalam penyerangan tersebut.

WowKeren - Kasus penyerangan terhadap Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8) lalu diketahui melibatkan puluhan anggota TNI Angkatan Darat (AD). Sebanyak 29 anggota TNI AD bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Dari pengembangan penyidikan tersebut, ditemukan bahwa pelaku penyerangan Polsek Ciracas ini tidak hanya melibatkan anggota TNI AD. Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL) diduga juga turut terlibat dalam penyerangan ini.

Menurut Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, setidaknya ada delapan prajurit di luar matra TNI AD yang turut terlibat dalam penyerangan tersebut. "Kemarin data yang masuk ada satu orang dari oknum prajurit Angkatan Udara (AU) dan tujuh orang dari oknum TNI Angkatan Laut (AL)," ungkap Eddy dilansir Kompas.com pada Jumat (4/9).

Lebih lanjut, Eddy menyatakan bahwa pihaknya kini telah berkoordinasi dengan Puspom TNI AU dan TNI AL untuk menyelidiki temuan tersebut. "Puspom TNI telah bekerja sama dengan Puspom Angkatan Udara dan Puspom Angkatan laut untuk memeriksa prarujit tersebut," jelas Eddy.


Sebagai informasi, penyerangan Polsek Ciracas ini berawal dari kecelakaan tunggal yang dialami oleh seorang anggota TNI bernama Prada MI. Namun, Prada MI menyampaikan berita bohong dan mengaku dikeroyok sejumlah orang.

Para rekan prajurit yang belum mengecek kebenaran informasi tersebut lantas tersulut amarah. Akibatnya, fasilitas Polri hingga pertokoan di sekitar Polsek Ciracas dirusak.

Prada MI sendiri hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Ridwan Meireksas Kodam Jaya akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya. Oleh sebab itu, Puspomad masih belum mengambil putusan hukum terhadap Prada MI.

Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjonarko menjelaskan bahwa Prada MI baru sempat menjalani pemeriksaan awal, namun belum menyeluruh, karena masih dalam perawatan rumah sakit. Dalam pemeriksaan awal tersebut, Prada MI baru dimintai keterangan yang mengarah pada kabar bohong soal pengeroyokan.

"Sampai sekarang sudah dimintai keterangan terkait yang mendukung ke arah sana," pungkas Dodik. "Tetapi peningkatan status terhadap Prada MI sampai sekarang belum diterapkan karena alasannya masih dalam perawatan kesehatan di Rumah Sakit Ridwan Meureksa."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait