Pemkot Surabaya menggelar operasi konten pornografi (OKP) di seluruh wilayah di Kota Pahlawan sejak Rabu (2/9) lalu. OKP ini menyasar anak-anak yang nongkrong di warung kopi, kafe, dan fasilitas umum.
- Nidya Putri
- Sabtu, 05 September 2020 - 09:06 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara serentak menggelar operasi konten pornografi (OKP) di seluruh wilayah di Kota Pahlawan. Operasi ini sendiri telah digelar sejak Rabu (2/9) lalu.
Operasi ini akan menyasar anak-anak yang nongkrong di warung kopi, kafe, restoran, taman-taman hingga fasilitas publik lainnya. Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto memastikan bahwa operasi ini melakukan razia atau pengecekan handpohe para pelajar SD, SMP dan anak-anak yang nongkrong di luar rumah.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini melibatkan berbagai instansi, mulai dari jajaran kepolisian Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, Diskominfo, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A), Dinas Sosial, BPB Linmas dan Satpol PP Surabaya.
Apabila dalam razia tersebut ditemukan anak yang menyimpan konten pornografi, maka jajaran DP5A bersama psikolognya langsung melakukan outreach. Bahkan, jika saat itu anak tersebut tidak bersama orang tuanya, maka orang tuanya itu langsung dipanggil.
"Jadi, nanti ditelusuri latar belakangnya hingga tertarik menyimpan konten tersebut, sehingga nantinya akan diketahui bagaimana proses treatmentnya," ujar Eddy, Jumat (4/9). "Bahkan, orang tuanya kami minta untuk mengawasi anaknya itu supaya tidak berbuat seperti itu lagi."
Menurutnya, OKP ini dilakukan demi menyikapi adanya kekerasan seksual anak, baik anak-anak itu sebagai objek maupun anak-anak sebagai subjek atau pelaku. Dengan harapan pemkot bisa meminimalisir kekerasan seksual anak itu dan bisa mengembalikan marwah anak. “Kami ingin mengembalikan marwah anak sebagai seorang anak yang ceria, anak yang bahagia, dan anak pelajar yang menuntut ilmu,” katanya.
Selain itu, dengan adanya belajar daring menggunakan ponsel maka harus dipikirkan pula cara untuk mengendalikannya. Terutama cara mencegahnya supaya anak-anak itu tidak membuka konten-konten terlarang seperti konten pornografi.
“Jadi jangan sampai disalahgunakan oleh mereka," tegasnya. "Makanya kita harus melakukan pengawasan bersama-sama."
Ia juga menambahkan jika selama menggelar operasi, sudah ada beberapa anak-anak yang terjaring. Mereka yang tidak bersama orang tuanya langsung diamankan ke Markas Satpol PP Surabaya dan orang tuanya dipanggil.
“Sementara ini sudah ada 18 anak yang kami amankan selama operasi berlangsung mulai hari Rabu," pungkasnya. "Jadi, pada hari Rabu yang pertama itu kami mengamankan 10 anak, kemudian hari Kamis atau hari kedua kami mengamankan 8 anak. Hari ini kami akan lanjutkan operasi tersebut."
(wk/nidy)