Kemenag Klarifikasi Ucapan Fachrul Razi Soal Radikalisme Oleh Anak 'Good Looking'
Instagram/fachrulrazi__official
Nasional

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memicu kontroversi saat mengatakan radikalisme bisa disebarkan oleh anak good looking. Kemenag langsung angkat berbicara.

WowKeren - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi telah memicu kontroversi akibat pernyataannya seputar radikalisme. Ia menyebut jika radikalisme dapat menyusup ke masjid hingga lingkungan masyarakat melalui anak memunculkan good looking.

Munculnya polemik tersebut langsung membuat Kementerian Agama (Kemenag) buru-buru memberikan klarifikasinya. Kemenag memalui situs resminya menegaskan jika pernyataan Fachrul itu sebenarnya hanya sebagai bentuk peringatan bagi masyarakat untuk mewaspadai paham-paham radikal yang mengancam NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin. Ia menjelaskan ucapan good looking yang disampaikan Menteri Fachrul tersebut hanyalah sebagai bentuk ilustrasi saja.

Kamaruddin menyebut Fachrul hanya ingin setiap pengelola rumah ibadah selalu waspada dengan penyebaran paham radikalisme, khusunya di lingkungan pemerintah dan BUMN. Oleh sebab itu, setiap masjid juga harus mengetahui dengan baik rekam jejak pandangan keagamaan setiap jemaahnya.


”Statemen menag tidak sedang menuduh siapapun,” jelas Kamaruddin seperti dilansir dari Suara, Sabtu (5/9). “Menag hanya mengilustrasikan tentang pentingnya memagari agar ASN yang dipercaya mengelola rumah ibadah tidak memiliki pandangan keagamaan ekstrem bahkan radikal yang bertentangan dengan prinsip kebangsaan.”

Lebih lanjut Kamaruddin mengatakan jika Menteri Fachul sama sekali tidak dalam konteks menggeneralisir. Hal ini dibuktikan pada bahasan Fachrul yang juga menawarkan solusi untuk permasalahan penyebaran radikalisme di lingkungan masjid dan pemerintahan.

Salah satu upaya pemerintah dalam memberantas radikalisme di lingkungan Aparatur Pegawai Negeri Sipil (ASN) adalah dengan membuka program penceramah bersertifikat. Program yang bersifat sukarela ini diharapkan dapat merekrut 8.200 peserta tahun ini.

”Jadi pandangan menag itu disampaikan terkait bahasan menangkal radikalisme di ASN,” terang Kamaruddin. “Kemenag bersinergi dengan majelis agama, ormas keagamaan, BNPT, BPIP, dan Lemhanas. Penceramah akan dibekali wawasan kebangsaan, Pancasila dan moderasi beragama," dia menambahkan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait