Cuitan 'Paha calon Wakil Wali Kota Tangsel itu mulus banget' oleh politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, dinilai mengandung pelecehan seksual terhadap Rahayu Saraswati selaku calon Wakil Walkot Tangerang Selatan.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 September 2020 - 07:41 WIB
WowKeren - Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, tengah ramai diperbincangkan usai membuat cuitan soal "Paha calon Wakil Wali Kota Tangsel itu mulus banget". Diketahui, cuitan Panca itu juga sempat dibalas oleh mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, dengan "Huzzz - no pict hoax".
Keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang merupakan calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun sempat memprotes cuitan tersebut. Panca lantas mengaku bahwa cuitan viral yang diprotes Rahayu tersebut tidak ditujukan kepada siapa-siapa dan bukan merupakan pelecehan seksual.
"Tidak ditujukan ke siapa- siapa," tutur Panca dilansir detikcom, Minggu (6/9). "Toh saya tidak menyebut nama siapa-siapa."
Hal yang berbeda pun disampaikan oleh Koalisi Perempuan Indonesia (KPI). Menurut Sekretaris Jenderal KPI, Dian Kartika Sari, Panca telah melakukan pelecehan seksual secara verbal terhadap Rahayu sebagai calon Wakil Wali Kota Tangsel.
"Ini pelecehan seksual verbal," ujar Dian dilansir Tempo. "Apa yang dibahas oleh Said Didu dan Panca di Twitter itu menunjukkan bahwa mereka sedang menjadikan perempuan, calon Wakil Wali Kota Tangerang tersebut sebagai obyek seksual."
Dina menilai cuitan tersebut telah menunjukkan bahwa Panca dan Said Didu benar-benar merendahkan martabat perempuan. "Alih-alih membahas potensi politik Rahayu Saraswati, mereka justru cuma membahas pahanya," lanjut Dian.
Lebih lanjut, Dian menilai Panca dan Said Didu sudah pasti dapat dituntut jika saja Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) sudah disahkan. Rahayu sendiri merupakan salah satu anggota DPR di periode lalu yang turut memperjuangkan RUU tersebut. "Sayangnya, RUU tersebut justru dicabut dari Prolegnas prioritas 2020," kata Dian.
Di sisi lain, cuitan Panca tersebut membuat banyak warganet menyeret nama Partai Demokrat. Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Ossy Dermawan pun belum banyak berkomentar terkait persoalan ini. "Kami pelajari dulu ya," pungkas Ossy.
(wk/Bert)