Gara-Gara Pandemi, Fenomena Duda Baru Bermunculan Di Blitar Hingga Capai Ribuan
Nasional

Dampak pandemi virus corona (COVID-19), Blitar kini mulai ‘panen’ duda baru yang dilaporkan mencapai ribuan akibat kehilangan pasangan. Ini penjelasan Pengadilan Agama (PA).

WowKeren - Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, namun juga berbagai aspek lainnya. Seperti yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, pandemi telah membuat wilayah ini “panen” duda baru.

Pengadilan Agama (PA) Blitar mencatat setidaknya sudah ada 3.229 duda baru sejak pandemi menghantam Indonesia pada Maret 2020 lalu. Ribuan duda tersebut dilaporkan kehilangan pasangannya selama pandemi akibat masalah penghasilan.

Humas PA Blitar, Nur Kholis menjelaskan jika kasus perceraian meningkat karena banyaknya kasus penghasilan suami yang lebih rendah dari sang istri. Hal ini dibuktikan dengan data sebanyak 1.953 gugatan cerai diajukan oleh istri dan 732 talak cerai yang diajukan suami.

Lebih lanjut Nur mengatakan jika kasus perceraian di Blitar sendiri sebenarnya sudah tinggi sejak Januari 2020. Namun, angka tersebut sempat menurun saat pandemi melanda dari Maret hingga Mei.


”Rata-rata permohonan cerai yang kami terima per bulan itu sebanyak 400 kasus,” jelas Nur Kholis di Kota Blitar seperti dilansir dari Detik, Senin (7/9). “Namun sejak pandemi turun menjadi 300 kasus, bahkan pada Mei itu hanya 154 kasus.”

Nur menyatakan jika pihaknya menaruh perhatian serius pada masalah pernikahan yang terjadi di Blitar, Pasalnya, terjadi perbandingan kasus yang sangat tinggi antara gugat cerai dan talak cerai.

”Iya, istri gugat cerai cenderung makin lebih banyak. Alasan mereka karena perselisihan,” papar Nur. “Nah berselisihnya ini kebanyakan karena penghasilan suami jauh lebih rendah, perselingkuhan dan lainnya. Tapi yang faktor utama perselisihan memang ekonomi.”

Fenomena angka gugat cerai di Blitar sendiri selalu lebih tinggi sejak 2015 lalu. Para istri rata-rata menggugat suami dengan alasan ekonomi. Nur memaparkan jika sebenarnya angka perceraian di Blitar memang mengalami fluktuasi.

Pada tahun 2018, mulai bulan Januari sampai September tercatat ada 4.203 kasus gugatan istri. Angka ini menurun tajam pada tahun 2019, di mana sejak Januari sampai September tercatat hanya ada 3.255 kasus. Dan stagnan di angka 3.229 kasus di tahun 2020.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait