Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Ristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengungkapkan sudah ada 100 ribu kit PCR yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 08 September 2020 - 14:31 WIB
WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Ristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro, memberikan update mengenai produksi tes kit PCR virus corona (COVID-19) buatan PT Bio Farma. Menurut Bambang, sudah ada 100 ribu kit PCR yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.
"Kami juga fokus pada riset dan inovasi terkait COVID. Beberapa produk sudah dihasilkan, sekarang sedang tahap produksi massal," tutur Bambang dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI pada Selasa (8/9). "Contoh PCR test kit di-deliver sudah 100 ribu unit."
Adapun kit PCR buatan dalam negeri tersebut diberi nama BioCov-19 dan dijual dengan harga Rp 325 ribu per kit, belum termasuk pajak. Adapun satu boks BioCov-19 berisi 30 kit tes corona. "Ada 14 ribu lagi yang sudah di-order dan akan di-deliver," ungkap Bambang.
Lebih lanjut, Bio Farma juga disebut Bambang terus meningkatkan kapasitas produksinya. Bambang mengaku jutaan kit PCR yang akan diproduksi bulan ini mencapai jutaan unit. "Produksinya diperkirakan per bulan ini bisa capai 1,4 juta unit oleh Bio Farma," terang Bambang.
Tak hanya itu, pihak Kemenristek juga telah mendistribusikan Mobile Lab BSL 2 ke sejumlah daerah. Nantinya, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan spesimen corona secara drive thru dengan menggunakan alat ini.
"Mobile lab BSL 2 saat ini juga sudah di-deliver 3 unit, yang terakhir kepada yayasan BUMN," ujar Bambang. "Ada juga yang dipinjam oleh RS TNI AD, baik di Jakarta maupun Medan."
Sementara itu, tes corona di Indonesia bisa disebut masih minim jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Presiden Joko Widodo juga sempat menyoroti ketimpangan jumlah tes virus corona di sejumlah daerah Indonesia.
Hal ini terlihat dari adanya provinsi yang melakukan tes COVID-19 dengan tinggi, namun ada juga provinsi yang masih rendah dalam melakukan tes virus corona. Oleh sebab itu, Jokowi secara langsung meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto agar segera menyelesaikan ketimpangan tes virus corona tersebut. Ia juga mengingatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk tidak main-main dengan tes COVID-19 dan segera membuat desain perencanaan yang baik.
(wk/Bert)