Tuai Polemik, Kemenag Buka Suara Soal Tujuan Sertifikasi Penceramah
Nasional

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menuturkan tujuan sertifikasi untuk penceramah adalah untuk menyaring dai yang berpaham radikal yang bisa mengancam stabilitas nasional.

WowKeren - Rencana Kementerian Agama untuk melakukan sertifikasi kepada para penceramah menuai polemik. Kemenag pun memberikan penjelasan terkait hal ini.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi menuturkan tujuan sertifikasi untuk penceramah. Tak lain tak bukan adalah untuk menyaring dai yang berpaham radikal. Sebab menurutnya, hal-hal semacam ini bisa mengancam eksistensi Pancasila dan bahkan berpotensi melonggarkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jadi setiap dai dan penceramah agama harus terbebas dari unsur paham radikal tersebut," kata Zainut. "Karena dapat mengancam eksistensi Pancasila, NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa."

Zainut menjelaskan unsur pertama yang mewakili paham ini adalah adanya sifat menistakan nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, paham ini juga akan mengingkari nilai-nilai kesepakatan nasional sehingga bisa menjadi ancaman persatuan dan kesatuan.


Kelompok yang memiliki paham radikal, tak jarang menganggap kelompok mereka adalah yang paling benar. Sedangkan orang lain yang berada di luar kelompoknya akan dianggap kafir. "Dan ketiga paham yang menolak kebenaran paham orang lain, menganggap hanya kelompoknya yang paling benar sementara orang lain sesat atau kafir (takfiri)," lanjut Zainut.

Dan yang perlu digarisbawahi, program ini sifatnya sukarela alias tidak wajib. "Karena tidak ada sanksi apa pun yang akan diberikan kepadanya," kata Zainut.

Sehingga tidak akan menjadi ancaman bagi para dai. Ia menyebut jika program sertifikasi ini sering dilakukan oleh ormas-ormas keagamaan untuk meningkatkan kompetensi para dai.

"Juga dibekali metode ceramah sesuai dengan perkembangan zaman," ujar dia melanjutkan. "Dan juga pemahaman islam wasathiyah atau moderasi beragama serta pemahaman wawasan kebangsaan."

Terkait rencana ini, sebelumnya sempat mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia yang tak sepakat dengan program sertifikasi ini. Sekjen MUI Anwar Abbas bahkan mengaku siap mundur dari jabatannya jika MUI bersedia terlibat dalam program tersebut. Anwar menilai jika sertifikasi semacam ini justru berpotensi mendiskreditkan umat muslim.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait