Siap bertarung memperebutkan kursi pemimpin Kota Medan, Bobby Nasution blak-blakan mengungkapkan seperti apa sosok Walkot Akhyar Nasution selama ini di pandangannya.
- Ruth Meliana
- Selasa, 08 September 2020 - 19:04 WIB
WowKeren - Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution siap menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Ia bersama dengan pasangannya, Aulia Rachman telah mencalonkan diri menjadi Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Medan.
Bobby akan bertarung dengan rivalnya, yakni Akhyar Nasution-Salman Al Farisi untuk memperebutkan kursi pemerintahan Kota Medan. Kedua pasangan tersebut baru saja menjalani test psikologi di Hotel Santika Medan, Selasa (8/9).
Dalam kesempatan tersebut, Bobby turut menyapa sosok lawannya. Ia mengaku pertemuannya dengan Wali Kota Medan tersebut berlangsung tenang. Keduanya bahkan sepakat untuk menyambut Pilkada dengan damai.
Bobby berharap jika Pemilihan Calon Wali Kota Medan pada 9 Desember mendatang berjalan dengan lancar. “Mudah-mudahan, kita sepakat Pilkada kali ini kita damai saja,” ujar Bobby di Hotel Santika, Medan seperti dilansir dari Kumparan pada Selasa (8/9).
Bobby juga mengungkapkan bagaimana pertemuannya dengan Akhyar. Ia mengaku saat berpapasan dengan Akhyar di dalam hotel, dirinya langsung menyapa dan memberikan salam.
Menurut pengakuannya, ia tidak menganggap Akhyar sebagai lawannya melainkan seniornya di dunia politik. Semakin menarik, Bobby juga menyinggung terkait nama dirinya dan Akhyar yang sama-sama memiliki nama keluarga (marga) Nasution.
”Selagi yang muda, ya kita salam, minta izin ikut kontestasi,” ungkap Bobby. “Mudah-mudahan kontestasi ini santun, (kami) juga sama-sama (marga) nasution. Saya yang junior harus menghormati yang senior.”
Sejauh ini, baru nama pasangan Bobby-Aulia dan Akhyar-Salman saja yang resmi maju dalam Pilkada Medan. Berkas-berkas persyaratan keduanya juga telah diterima oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan.
Adapun Bobby mendapatkan dukungan dari 8 partai besar. Diantaranya adalah PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, Hanura, NasDem, PPP, dan PSI. Sedangkan pasangan Akhyar-Salman hanya mendapatkan dukungan dua partai, yakni Demokrat dan PKS.
(wk/lian)