Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengungkap positivity rate di wilayahnya mencapai 10,4 persen. Padahal WHO menerapkan standar maksimal 5 persen.
- Elvariza Opita
- Rabu, 09 September 2020 - 10:47 WIB
WowKeren - Perkembangan penularan wabah COVID-19 di beberapa kota besar Indonesia memang sama sekali tak bisa dipandang remeh. Seperti kali ini Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut tingkat kepositifan alias positivity rate COVID-19 di wilayahnya mencapai 10,4 persen.
Dengan demikian positivity rate COVID-19 di Kota Bekasi sampai lebih dari 2 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 5 persen. "Total dari bulan Maret sampai September konfirmasi positif itu 2.072," kata Effendi di Bekasi, Selasa (8/9).
"Positivity rate 10,4 persen dari sebelumnya 7,7 persen," jelas Effendi, seperti dilansir dari Tempo, Rabu (9/9). Tak hanya itu, Effendi juga menyebut ada kenaikan rasio reproduksi virus Corona atau laju penularan yang semakin menjauhi standar WHO di bawah angka 1.
Menurut Effendi, saat ini angka reproduksi virus Corona di Kota Bekasi mencapai 1,55 per Selasa (2/9) lalu. Kenaikan ini pun belakangan tercermin dari semakin banyaknya klaster keluarga yang ditemukan di Kota Bekasi.
Effendi menuturkan sebanyak 196 keluarga atau sekitar 519 jiwa dikonfirmasi positif COVID-19 selama pandemi. Namun saat ini kasus aktif hanya dijumpai di 25 keluarga. Untuk melacaknya, pemerintah setempat pun sudah menghabiskan sampai 38.323 alat tes swab dan 60.772 alat rapid test.
Kendati demikian, Effendi meminta masyarakat tak kehilangan harapan karena angka kematian akibat COVID-19 masih rendah. "Konfirmasi meninggal itu ada 72," jelasnya, menunjukkan rendahnya tingkat kematian akibat COVID-19 di kota tersebut.
Oleh karenanya, Effendi pun menyarankan agar warga selalu patuh pada protokol kesehatan demi menekan laju penularan virus Corona. Bahkan protokol kesehatan harus patuh dilaksanakan kendati di tengah-tengah keluarga karena banyaknya klaster dari kelompok masyarakat ini.
"Caranya itu hanya menggunakan masker, jaga jarak fisik," pungkas Effendi. "Jaga kebersihan, cuci tangan, dan hindari kerumunan."
Beberapa waktu lalu DKI Jakarta pun mengumumkan bahwa positivity rate daerahnya mencapai di atas 10 persen. Dengan standar WHO 5 persen, positivity rate DKI Jakarta rupanya mencapai 12,5 persen. Gubernur Anies Baswedan pun mendesak masyarakat untuk lebih ketat menerapkan 3M.
(wk/elva)