Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif, juga mengaku bahwa pihaknya turut memantau otoritas Arab Saudi yang kini telah menangkap dua orang ulama.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 September 2020 - 12:22 WIB
WowKeren - Pihak otoritas Arab Saudi baru-baru ini dilaporkan menangkap salah satu pembaca Al-Quran (Qari) dan ulama terkenal di kalangan Muslim, Sheikh Abdullah Basfar. Sheikh Abdullah dikabarkan telah ditangkap sejak Agustus 2020 lalu, namun alasannya masih tidak dijelaskan.
"Kami mengkonfirmasi penahanan Syekh Dr Abdullah Basfar sejak Agustus 2020," terang akun Prisoners of Conscience, sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor. Diketahui, Sheikh Abdullah merupakan seorang profesor di Departemen Syariah dan Kajian Islam di King Abdul Aziz University di Jeddah.
Berkaitan dengan penangkapan ulama ini, Front Pembela Islam (FPI) pun mengkhawatirkan kondisi Habib Rizieq yang kini juga berada di Arab Saudi. Juru bicara FPI, Slamet Maarif, meminta agar Habib Rizieq didoakan.
Ia juga berharap agar hubungan Habib Rizieq dengan Kerajaan Saudi tetap terjalin baik. "Doakan beliau sehat sehat saja dan tetap baik hubungannya dengan kerajaan Saudi Arabia," tutur Slamet dilansir detikcom pada Rabu (9/9).
Menurut Slamet, pihaknya juga ikut memantau aksi otoritas Saudi menangkap ulama. "Ya kita memantau saja," ujar Slamet.
Selain Sheikh Abdullah, otoritas Saudi sebelumnya juga telah menangkap Sheikh Saud Al- Funaisan pada Maret lalu. Laporan penahanan Sheikh Abdullah ini bertepatan dengan laporan penahanan Sheikh Saud.
Diketahui, Sheikh Saud merupakan seorang profesor dan mantan Dekan Fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh. Melansir media Rai Al Youm, penahanan kedua ulama ini diduga merupakan bagian dari tindakan keras terhadap ekstremisme di kerajaan. Pasalnya, Putra Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman (MBS) berencana menghapus identitas agama Arab Saudi.
Sejak mengambil alih kekuasaan pada 2017, sang Putra Mahkota telah menindak ulama, jurnalis, akademisi, dan aktivis dunia maya atas pandangan kritis mereka tentang cara dia memerintah negara dan rencananya untuk mengubah Arab Saudi menjadi sekuler. Selain itu, Pangeran MBS juga gencar menggalakkan kampanye anti korupsi, dan bahkan telah memecat dua anggota kerajaan karena dugaan korupsi.
(wk/Bert)