COVID-19 Makin Tak Terkendali, Epidemiolog Ingatkan Puncak Pandemi di RI Bisa Lebih dari Sekali
Nasional

waktu puncak pandemi ini diprediksi akan berbeda-beda untuk setiap wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia yang terdiri dari kepulauan

WowKeren - Kondisi penyebaran pandemi di Indonesia kian mengkhawatirkan. Kasus positif dilaporkan terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Puncak pandemi ini pun tampaknya masih belum bisa diprediksi kapan akan terjadi.

Jika dilihat dari tren sepekan terakhir, Indonesia mencatat lebih dari 3.000 kasus harian. Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, menyebut puncak pandemi virus corona mungkin saja tidak hanya akan terjadi sekali namun beberapa kali. Sebab melihat dari negara lain, puncak pandemi juga dialami beberapa kali.

"Yang sangat penting diantisipasi sebetulnya potensi terjadinya puncak yang lebih dari satu sangat besar," kata Dicky dilansir Kumparan, Rabu (9/9). "Ini yang terjadi di banyak negara, puncaknya tidak hanya satu puncak, tapi bisa dua, tiga puncak."

Ia menilai waktu puncak pandemi ini akan berbeda-beda untuk setiap wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia yang terdiri dari kepulauan.


"Bukan hanya gelombangnya saja yang lebih dari satu," tuturnya. "Tetapi terutama yang sering terjadi adalah adanya lebih dari satu puncak dan ini besar kemungkinan terjadi di berbagai wilayah Indonesia."

Untuk Jakarta misalnya, ia memprediksi puncak pandemi akan terjadi selama September hingga Oktober. Lalu untuk daerah lain belum tentu demikian. Bisa jadi puncaknya baru terlihat akhir 2020.

Namun di atas itu semua, Dicky mengingatkan bagaimana daerah-daerah di RI bisa melewati masa kritis ini. "Dengan tetap melandaikan kurva dengan tidak membebani layanan rumah sakit dan juga dengan mencegah seminimal mungkin angka kematian," ujarnya.

Lagi-lagi, langkah 3T (testing, tracing, treatment) harus benar-benar diterapkan dengan baik. "Ini yang harus dilakukan dengan penerapan secara insentif, aktif, masif, melalui deteksi testing, tracing, isolasi, karantina," sambungnya.

Baru-baru ini kondisi fasilitas kesehatan memang tengah menjadi sorotan. Sepanjang Agustus hingga September, keterpakaian tempat tidur isolasi telah mengalami peningkatan. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi minimnya tingkat tes swab PCR di republik ini.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait