Selama ini DKI Jakarta dan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling diwaspadai karena perkembangan kasus COVID-19 yang mengkhawatirkan, padahal 2 daerah berikut juga tak boleh dipandang sebelah mata.
- Elvariza Opita
- Rabu, 09 September 2020 - 15:37 WIB
WowKeren - Selama ini DKI Jakarta dan Jawa Timur dikenal sebagai provinsi dengan perkembangan wabah virus Corona yang mengkhawatirkan. Jatim masih menjadi daerah dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi se-Indonesia, sedangkan saat ini penambahan jumlah kasus positif di Ibu Kota sangat mencemaskan.
Kendati demikian, rupanya bukan cuma dua daerah ini yang patut diwaspadai. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan dua daerah lain yang patut diwaspadai perkembangan kasus COVID-19-nya, yakni Bali dan Jawa Barat.
Satgas COVID-19 mencatat tren kenaikan kasus konfirmasi positif di Bali saat ini merupakan yang tertinggi se-Indonesia. Bali mencatatkan kenaikan jumlah kasus positif dalam enam hari sampai lebih dari 100 persen.
Hingga 31 Agustus 2020, tercatat ada 565 kasus positif COVID-19 di Pulau Dewata. Dan hanya dalam interval 6 hari yakni sampai Minggu (6/9) jumlah akumulatif kasus ini bertambah sampai 1.134 orang.
Posisi kedua untuk parameter ini adalah Sulawesi Selatan dengan lonjakan 84,4 persen. Sedangkan urutan ketiga adalah Riau dengan 68,5 persen, DKI Jakarta dengan 31 persen, serta terakhir Jawa Tengah mencapai 19,6 persen.
Pada kesempatan berbeda, Anggota Tim Pakar Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisyah menyebut Jawa Barat sebagai provinsi dengan kasus aktif COVID-19 terbanyak di Pulau Jawa.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Satgas COVID-19, kasus aktif di provinsi pimpinan Gubernur Ridwan Kamil itu mencapai hampir 45 persen. "Di Pulau Jawa dan Bali yang sedang banyak sakit di Jabar," kata Dewi di Graha BNPB, Rabu (9/9).
Dewi pun mengaitkan situasi ini dengan banyaknya klaster perindustrian yang ditemukan di provinsi tersebut. "Lumayan banyak karena bisa jadi munculnya klaster industri. Itu pasti berpengaruh ke proporsi ini," tuturnya.
Kendati Jabar merupakan provinsi dengan kasus aktif terbanyak di Pulau Jawa, Kota Semarang merupakan "pemegang tahta" se-Indonesia. "Kota Semarang 2.591 kasus," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (8/9).
(wk/elva)