Bukan Karena Penuh, Wisma Atlet Jelaskan Alasan Lampu Kamar Menyala di Semua Tower
Reuters
Nasional

Wisma Atlet secara keseluruhan memiliki 7 tower. Untuk penanganan corona, hanya ada 2 tower yang digunakan yakni untuk merawat pasien dan satunya lagi untuk ruang observasi.

WowKeren - Tower Wisma Atlet baru-baru ini ramai diperbincangkan di jagat maya. Hal ini bermula dari sebuah foto yang beredar luas, yang memperlihatkan lampu-lampu kamar di semua tower Rumah Sakit Darurat (RSD) Corona Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, menyala terang.

Hal ini membuat publik berasumsi jika semua kamar di Wisma Atlet sudah terisi penuh dengan pasien rujukan. Terkait hal ini, Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian buka suara.

Ia menjelaskan jika lampu-lampu yang menyala itu tak serta merta diartikan sebagai penuhnya kamar karena okupansi pasien COVID-19. Nyalanya lampu di seluruh tower, kata dia, merupakan bentuk kesiapan Wisma Atlet.

"Bukan (semuanya terisi pasien COVID-19)," kata Aris dilansir detikcom. "Kalau kesiapan Wisma Atlet itu memang disiapkan."


Wisma Atlet secara keseluruhan memiliki 7 tower. Untuk penanganan corona, hanya ada 2 tower yang digunakan yakni untuk merawat pasien dan satunya lagi untuk ruang observasi. "Yang aktif untuk pasien itu di Tower 7. Tower 7 untuk pasien dan Tower 6 untuk observasi," jelasnya.

Adapun kapasitas tower 7 Wisma Atlet untuk menampung pasien COVID-19 adalah sebanyak 2.500 orang. Sedangkan saat ini ada 1.637 pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet. Sehingga untuk saat ini, Wisma Atlet masih mampu menampung pasien.

"Untuk satu tower itu kan bisa lebih-kurang 2.500 orang sampai saat ini masih nampung," kata Aris. Dari 1.637 yang dirawat, 1.635 di merupakan pasien positif COVID-19 dan sisanya masih suspek.

Sementara itu, terkait okupansi rumah sakit, diprediksi jika RS rujukan di Jakarta akan mengalami kolaps pada 17 September mendatang. Sehingga hal ini menjadi salah satu alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan kembali menerapkan PSBB secara total.

Langkah Anies pun mendapat respons positif dari IDI. Ketua Satuan Tugas Kesiapsiagaan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengatakan langkah ini bisa setidaknya meringankan beban tenaga kesehatan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts