Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudi Amali buka suara terkait pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal minimnya prestasi olahraga di pentas internasional.
- Nidya Putri
- Jumat, 11 September 2020 - 12:03 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan khusus kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), KONI dan KOI untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional pada acara puncak peringatan Hari Olahraga Nasional ke-37, Rabu (9/9). Jokowi menyoroti soal minimnya prestasi olahraga di pentas internasional.
Jokowi menegaskan bahwa Indonesia seharusnya tidak kekurangan calon atlet berprestasi. Karena, dari 267 juta penduduk, mayoritas adalah generasi muda.
Ia menilai jika sampai terjadi kekurangan bibit atlet, makan penyebabnya ada di manajemen bidang pembinaan. “Penduduk kita 267 juta lebih dan mayoritas adalah generasi muda. Sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat," ujar Jokowi. "Pasti ada jutaan yang berbakat. Kalau kurang calon, pasti yang salah adalah manajemennya bukan kekurangan bakatnya."
Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudi Amali pun buka suara. "Kami di Kementerian Pemuda dan Olahraga mendapatkan PR besar dari bapak Presiden untuk segera mengevaluasi tentang pembinaan olahraga kita, dan harus segera mendesain seperti apa ke depannya pembinaan olahraga, dan peningkatan prestasi," katanya.
Perlu diketahui, tema besar yang diambil untuk Haornas 2020 adalah sport science, sport tourism, dan sport industry. Langkah awal yang diambil oleh Zainudin dan jajarannya adalah meneken nota kesepahaman dengan Kementrian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan dalam waktu dekat dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan serta Kementerian Teknologi dan Riset, serta berbagai perguruan tinggi yang memiliki fakultas olahraga.
Menurut Zainudin, hal itu dilakukan untuk memunculkan sinergitas antara berbagai sektor, khususnya untuk menjawab arahan presiden untuk membangun ekosistem olahraga yang baik. Khusus sport science, Zainudin menegaskan bahwa hal itu harus menjadi panduan utama untuk pembinaan dan prestasi olahraga Indonesia.
Untuk sport industry, Zainudin mengatakan bahwa olahraga tidak dapat dipisahkan dari industri. Industri telah menjadi bagian penting dari kegiatan olahraga, baik dalam latihan, kompetisi, maupun, olahraga masyarakat.
Namun, saat ini para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia belum semuanya memanfaatkan produk-produk lokal. Zainudin menuturkan bahwa mungkin masih terdapat spesifikasi yang belum dipenuhi oleh para produsen untuk memenuhi standar internasional.
Selain industri dalam bentuk barang, Zainudin mengingatkan bahwa masih ada potensi jasa olahraga yang besar. Potensi jasa yang dimaksud adalah ajang-ajang olahraga yang masih sangat sedikit.
(wk/nidy)