Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam menilai pengiriman benda-benda aneh semacam ini sudah termasuk ke dalam kategori teror. Temuan ini pun dilaporkan ke polisi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 11 September 2020 - 17:50 WIB
WowKeren - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blitar membakar kiriman teror berupa kembang setaman dan boneka tertusuk jarum. Adalah Aris, sopir KPU Kota Blitar yang menemukan barang aneh tersebut sekitar pukul 01.08 WIB.
Kala itu, lima orang komisioner KPU Kota Blitar usai menghadiri sidang gugatan paslon independen Lisminingsih-Teten di kantor Bawaslu Jalan Tanjung. Sontak barang-barang ini segera dibakar atas perintah dari Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam.
Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Usai dibakar, abu kedua barang tersebut kemudian disebar di area persawahan yang ada di sekitar kantor.
"Paginya sekitar pukul 07.07 WIB, atas perintah Sekretaris KPU Kota Blitar, Edi Winarno, barang itu dimusnahkan," kata Umam dilansir detikcom, Jumat (11/9). "Dan abunya disebar di areal sawah sekitar kantor."
Umam menilai pengiriman benda-benda aneh semacam ini sudah termasuk ke dalam kategori teror. Kendati demikian, ia mengatakan jika KPU akan tetap fokus untuk Pilkada.
"Ini sudah teror. Kami tidak menunjuk pihak tertentu yang melakukannya," jelas Umam. "Intinya kami ingin konsentrasi dan fokus pada pekerjaan tahapan pilkada."
Kedua benda tersebut, ditemukan Aris terbungkus daun pisang. "Saat itu sekitar pukul 01.08 ketika membuka pintu gerbang kantor, Mas Aris menemukan selembar daun pisang berisi kembang setaman dan sebuah boneka kertas yang tertusuk jarum di bagian belakang," urainya.
Pihak KPU akhirnya memutuskan untuk melaporkan temuan ini ke polisi. Sebab Umam khawatir jika hal klenik semacam ini akan dapat mengganggu psikis para petugas KPU.
"Seperti teman-teman ketahui, semakin ke sini semakin banyak tahapan pilkada yang harus kami jalankan dengan penuh konsentrasi," lanjut Umam. "Dan hal-hal seperti ini cukup mengganggu psikis kami ketika mendatangi kantor."
(wk/zodi)