Menurut Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, tantangan yang harus dihadapi di masa pandemi corona ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 17 September 2020 - 09:50 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia masih terus meningkat. Indonesia bahkan kembali mencatatkan rekor kasus COVID-19 harian pada Rabu (16/9) kemarin, yakni 3.963 pasien positif dilaporkan dalam rentang waktu 24 jam.
Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Doni Monardo, yang menjadi tantangan di masa pandemi corona ini adalah meningkatkan kesadaran kolektif untuk bisa disiplin terhadap protokol kesehatan. Doni menegaskan bahwa upaya melawan corona harus dilakukan secara gotong royong dan tak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah.
"Inilah modal sosial kita, gotong royong enggak bisa pemerintah kerja sendirian ya, enggak mungkin ya," tutur Doni dalam diskusi virtual pada Rabu (16/9). "Program edukasi, sosialisasi, mitigasi, bersama-sama, dan jangan menyalahkan pemerintah."
Lebih lanjut, Doni menyatakan bahwa belum ada negara yang bisa mengatasi pandemi corona. "Tidak ada negara di mana pun di dunia ini yang sukses mengatasi virus, tidak ada, tidak mampu," ujar Doni.
Menurut Doni, Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi untuk meningkatkan kesadaran penerapan protokol kesehatan. Pasalnya, virus corona menular antar manusia.
Sebagai contoh, Doni menjelaskan cara meningkatkan kesadaran penerapan protokol kesehatan di kampung halamannya di Sumatera Barat. Menurut Doni, seorang ibu sangat dihargai dan dipatuhi di Sumbar. Sehingga anak-anaknya akan menurun dan tak berani melawan jika diminta seorang ibu untuk menggunakan masker.
"Maka anaknya enggak berani melawan kalau kita tidak lakukan orang tua kita mengatakan 'kamu anak durhaka'. Waduh, itu takutnya minta ampun," jelas Kepala BNPB tersebut. "Jadi tiap daerah diharapkan punya strategi yang berbeda yang penting adalah bagaimana masyarakat kita patuh, karena hanya dengan kepatuhan Inilah kita akan bisa mengurangi penularan."
Pemerintah Indonesia sendiri memang telah menyiapkan aturan untuk menghadapi pandemi corona, seperti Inpres, PSBB, hingga bantuan aparat. Namun, pemerintah tentu tidak bisa mengawasi masyarakat selama 24 jam.
Oleh sebab itu, memunculkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi penting. Doni mengungkapkan bahwa Satgas COVID-19 bekerja dengan membangun kolaborasi pentahelix berbasis komunitas sebagai ujung tombaknya.
"Jadi segala ke hambatan yang terjadi di kita selesaikan sama-sama enggak ada gunanya menyalahkan dan cepat atau lambat kalau kita tidak bisa kerjasama virus ini akan akan mendekati kita bapak ibu sekalian," pungkas Doni. "Kompak saja kita belum tentu kita berhasil mengatasi COVID ini apalagi kalau kita enggak kompak, ini hanya bisa diatasi dengan kebersamaan, dengan kekompakan, satu sama lainnya saling mengingatkan, saling mendukung, tanpa ini semua akan sulit."
(wk/Bert)