Viral Wanita Curhat Alami Pelecehan Seksual di Bandara Saat Rapid Test, Polisi Lakukan Penyelidikan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Melalui utas Twitter, LHI menceritakan pengalamannya terkait dugaan pemerasan dan pelecehan seksual saat dirinya hendak melakukan rapid test di Bandara Soetta pada Minggu (13/9)

WowKeren - Media sosial kembali digegerkan dengan sebuah utas curhatan seorang wanita berinisial LHI. Ia mengaku mengalami pemerasan dan pelecehan seksual saat pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

Pihak kepolisian mengaku sudah mendapat informasi mengenai cerita viral tersebut. Namun, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho mengatakan jika korban belum belum membuat laporan secara resmi terkait kejadian yang dialaminya.

"Iya, kami sudah monitor (terkait kejadian tersebut)," kata Alexander seperti dilansir Detik, Sabtu (19/9). "Tapi (korban) secara resmi belum melaporkan."

Ia berharap agar korban yang merasa dirugikan itu segera membuat laporan secara resmi di kepolisian. Sebab, hal ini akan berguna untuk proses memudahkan proses penyelidikan.

"Penyelidikan awal sudah kita jalankan, penyelidikan akan tetap dilakukan," ucapnya. "Akan tetapi lebih memudahkan proses penegakan hukum jika yang merasa dirugikan menjadi korban membuat laporan secara resmi."


Sebelumnya, LHI menceritakan pengalamannya terkait dugaan pemerasan dan pelecehan seksual melalui sebuah utas di linimasa Twitter. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/9) saat dirinya hendak melakukan rapid test di Bandara Soetta.

"Pada hari Minggu, 13 September 2020, aku mau pergi ke Nias Sumut dari Jakarta," tulis LHI melalui akunnya @listongs. "Karena belum sempat melakukan rapid test di hari sebelumnya, jadi aku berencana untuk melakukan rapid test di bandara."

Pukul 4 pagi dirinya tiba di Bandara Soetta untuk rapid test. Yakin hasil tes akan nonreaktif, LHI pun kaget ketika menerima hasil yang menyatakan dirinya reaktif. Korban mengaku mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test bisa diganti untuk kepentingan penerbangan.

Ia mengaku dipaksa untuk rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. LHI pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

"Aku kira cuma selesai sampai di situ, ternyata enggak," lanjutnya dalam utas yang lain. "Abis itu, si dokter ndeketin aku, buka masker aku, nyoba untuk cium mulut aku. Di situ aku bener-bener shock, ga bisa ngapa-ngapain."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts