Belajar Lewat TVRI Diklaim Sukses, Mendikbud Bakal Terus Kembangkan Program
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Mendikbud Nadiem Makarim menilai penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui stasiun televisi nasional, TVRI telah berjalan sukses. Ia menegaskan jika program tersebut akan terus berjalan bahkan jika pandemi telah berakhir.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menilai penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui stasiun televisi nasional, TVRI telah berjalan sukses. Ia pun berjanji untuk terus mengembangkan sistem yang masuk dalam program Prioritas Merdeka Belajar di bidang Layanan Terpadu Kemendikbud, Kehumasan, dan Media tersebut.

"Layanan Terpadu Kemendikbud, Kehumasan, dan Media ini adalah belajar dari rumah melalui TVRI ini di sini, dan akan terus kita kembangkan karena sukses, relatif sukses programnya," kata Nadiem dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan jika sistem PJJ melalui TVRI ini akan tetap berlanjut meski pandemi COVID-19 telah berakhir. Ia meyakini televisi merupakan suatu sarana penting dalam pengembangan numerasi, literasi, kebudayaan, pendidikan karakter, dan bahasa Inggris, sekaligus cara tercepat agar anak-anak Indonesia bisa berkompetisi.

"Itu menjadi mungkin kanal utama kita kalau kita ingin serius biar anak-anak kita bisa berkompetisi di panggung dunia ke depan, mungkin cara tercepat melakukan ini adalah melalui televisi," paparnya.


Sayangnya, penilaian Nadiem tersebut berbanding terbalik dengan pengamat pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji. Menurutnya, sistem PJJ lewat TVRI tak efektif bagi anak-anak.

"Pembelajaran dari TVRI tidak efektif, karena tidak sesuai dengan segmennya. Generasi anak sekolah saat ini bukan generasi TV," ujarnya. "Jadi, kesimpulannya (materi konten) TVRI tidak cocok untuk anak-anak."

Menurut Indra, program belajar yang disiarkan lewat TVRI itu lebih cocok sebagai materi pemandu yang diperuntukkan kepada orang tua dan guru yang mendampingi proses belajar anak selama di rumah.

Sementara itu, Serikat Guru meminta agar Kemendikbud menambah program Belajar di Rumah (BdR) di TVRI maupun televisi swasta. Usul tersebut untuk menyiasati kendala belajar bagi anak yang tak punya gawai dan tak mendapat bantuan kuota internet dari pemerintah. "Misalnya dengan menambah durasi pembelajaran (di TVRI), bisa juga dengan memperluas cakupan per sesi pembelajaran," kata Masur Sipinathe dari Serikat Guru Mataram.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts