Klaster Pernikahan Bermunculan, Epidemiolog Imbau Resepsi Tak Digelar di Gedung atau Restoran
Unsplash/Shardayyy Photography
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pakar epidemiologi Pandu Riono menilai jika resepsi dilakukan di dalam gedung hal ini berpotensi bisa menjadi media penularan corona mengingat kondisi gedung yang tertutup.

WowKeren - Salah satu klaster yang muncul di DKI Jakarta adalah klaster pernikahan. Hal ini tidak mengherankan mengingat resepsi pernikahan pada umumnya melibatkan orang banyak sehingga sangat berpotensi untuk menciptakan kerumunan.

Oleh sebab itu, pakar epidemiologi Pandu Riono meminta agar masyarakat yang menikah sebaiknya tidak melangsungkan resepsi di gedung. "Jangan bikin (resepsi) di gedung, restoran," kata Pandu dilansir Detik, Kamis (24/9).

Ia menilai jika pernikahan cukup dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA). Lalu jika ingin berbagi kebahagiaan dengan yang lain, hal itu bisa dilakukan melalui daring.

"Menikah kan cukup saksi sama yang mempelainya di kantor urusan agama kan sudah," kata Pandu melanjutkan. "Yang lainnya bisa menyaksikan lewat TV, jarak jauh daring, jadi menikah daring."


Jika resepsi dilakukan di dalam gedung hal ini berpotensi bisa menjadi media penularan corona. Sebab kondisi gedung adalah tertutup. Belum lagi ditambah banyaknya tamu yang hadir, yang mana amat berpotensi menimbulkan kerumunan.

Ditambah dengan ketika mereka bertemu bercakap-cakap yang mana kan sangat rawan untuk menyebarkan droplet. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah melarang resepsi dalam gedung ini.

"Siapa yang jamin pakai masker, nggak ada yang bisa menjamin, pertama kan orang makan, pasti masker dibuka, masa ketemu orang nggak ngobrol," tegas Pandu. "Kedua kalau ada yang merokok, buka masker, walau di ruang terbuka."

Tak cukup sampai di situ, hal ini akan diperburuk jika ruangan gedung tidak begitu luas. Begitu juga jika ruangnya luas, masih belum ada jaminan jika pesta pernikahan tidak akan menjadi media penyebaran COVID-19.

"Kalau menurut saya tidak usah (ada resepsi), nggak boleh sama sekali, karena risikonya tinggi," ungkapnya. "Kalaupun dibatasi (jumlah tamu), siapa yang bisa jamin akan datang segitu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts