Tembus 10 Ribu, IDI Ungkap Faktor Penyebab Tingginya Angka Kematian COVID-19 di RI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, lantas mengungkapkan faktor di balik tingginya angka kematian akibat COVID-19 tersebut.

WowKeren - Kasus kematian akibat virus corona (COVID-19) telah menembus angka 10 ribu per Kamis (24/9). Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, lantas mengungkapkan faktor di balik tingginya angka kematian tersebut.

Tak hanya akibat penyakit penyerta atau komorbid, kematian COVID-19 juga disebut disebabkan oleh sistem rujukan rumah sakit yang dinilai belum berjalan dengan baik. "Pasien masih kesulitan mendapatkan rumah sakit rujukan," ungkap Slamet dilansir Kompas.com pada Jumat (25/9).

Selain itu, Slamet juga menilai tingginya angka kematian disebabkan oleh pasien COVID-19 yang datang terlambat ke rumah sakit. Sehingga mereka tidak dapat langsung ditangani. Tes PCR juga dinilainya masih membutuhkan waktu lama, sehingga diagnosis menjadi terlambat dilakukan.

Menurut Slamet, faktor lain adalah tidak tersedianya obat yang lengkap untuk menolong pasien COVID-19. Kemudian pemantauan perjalanan penyakit yang kurang ketat juga menjadi salah satu faktor angka kematian tinggi.


Ketersediaan alat kesehatan seperti ventilator yang masih menjadi persoalan juga disorot oleh Slamet. "Persoalannya keterlambatan pemasangan ventilator dan tidak tersedianya ventilator di rumah sakit," terang Slamet.

Sebagai informasi, kasus kematian pertama akibat COVID-19 di Indonesia sendiri pertama dilaporkan pada 11 Maret lalu. Kala itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah positif virus corona. Sejak itu, angka kematian terus mengalami peningkatan setiap harinya.

Beberapa waktu lalu, Indonesia juga telah mencatat rekor angka kematian terbanyak dalam waktu sehari. Sebanyak 160 orang meninggal dunia dalam waktu 24 jam karena COVID-19 pada 22 September lalu.

Hingga Kamis (24/9), Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus kematian akibat COVID-19 tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 3.062 korban jiwa. Kemudian disusul oleh DKI Jakarta dengan 1.648 korban jiwa, Jawa Tengah dengan 1.359 korban jiwa, Sumatera Utara dengan 410 korban jiwa, dan Kalimantan Selatan dengan 406 korban jiwa.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts