Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras aksi vandalisme tulisan ‘saya kafir’ yang ditulis di sebuah musala Tangerang, beri peringatan bijak ini kepada umat Islam.
- Ruth Meliana
- Rabu, 30 September 2020 - 14:00 WIB
WowKeren - Aksi vandalisme di sebuah musala Pasar Kemis, Tangerang mendapatkan kutukan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pasalnya, pelaku vandalisme mencorat-coret musala dengan tulisan “Saya Kafir” hingga merobek Al-Qur'an.
MUI menilai aksi tersebut sebagai bentuk penghinaan dan telah memancing kemarahan dari umat Islam. Bahkan, MUI menyebut aksi tersebut sebagai tindakan terkutuk yang penuh provokatif.
”MUI mengutuk keras aksi vandalisme yang dilakukan oleh siapapun juga terhadap rumah ibadah,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Detik pada Rabu (30/9). “Terutama masjid atau musala.”
”Ini adalah perbuatan yang sangat terkutuk dan provokatif serta penodaan nyata terhadap Islam dan umatnya yang merupakan mayoritas penduduk negeri ini,” sambungnya. “Vandalisme tersebut dilakukan secara sengaja dengan tujuan ingin memancing kemarahan dan emosi umat Islam.”
Muhyiddin lantas meminta agar pelaku vandalisme tersebut diadili sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Terlebih, penodaan agama tersebut terjadi di bulan September dimana MUI menganggap masyarakat masih trauma dengan peristiwa PKI terhadap umat Islam di masa lalu. Aksi corat-coret masjid tersebut dinilai semakin menciptakan situasi yang panas bagi umat Islam.
”MUI minta agar pelakunya ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku di NKRI,” papar Muhyiddin. “Kepada para penegak hukum hendaknya jangan menyederhanakan/menyepelekan kasus ini dengan alasan pelaku mengidap penyakit jiwa dan sebagainya.”
“Apalagi ini terjadi di bulan September di mana bangsa Indonesia masih trauma dengan kebiadaban PKI terhadap umat Islam tahun 1965,” sambungnya. “Di mana merenggut nyawa ribuan warga yang tak berdosa dari semua golongan, dari kaum santri, rakyat jelata, para kiai, tokoh masyarakat dan petinggi tentara.”
MUI juga turut memberikan pesan terhadap umat Islam agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi vandalisme tersebut. Meski demikian, MUI tetap mengimbau kepada umat Islam untuk tetap waspada.
“Begitu juga umat Islam dan bangsa Indonesia agar tak terprovokasi dan mengambil jalan pintas menyelesaikan kasus ini,” tegas Muhyiddin. “MUI juga menghimbau agar umat Islam meningkatkan kewaspadaannya dan terus menjaga komunikasi dengan pemerintah setempat demi menjaga situasi tetap aman dan terkendali.”
Sebelumnya, aksi vandalisme ini terungkap dari sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video berdurasi satu menit ini, seseorang memperlihatkan situasi musala Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya, Pasar Kemis yang sudah dalam kondisi dicoret-coret dan ada Al’Quran dirobek.
Coretan yang tertangkap kamera bertuliskan “Saya Kafir” di sebuah white board. Lalu ada juga lafaz “Allah” di lantai yang disilang, dan kata-kata “Anti Khilafah” serta “Anti Islam” di tembok dekat tempat salat imam.
(wk/lian)