Diduga Ditembak TNI, Polisi Buka Suara Soal Kematian Pendeta Di Papua
Nasional

Polisi angkat berbicara mengenai perkembangan kasus penembakan Pendeta Yeremia di Kabupaten Intan Jaya, Papua yang diduga ditembak oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

WowKeren - Pelaku penembakan Pendeta Yeremia di Kabupaten Intan Jaya, Papua pada 19 September lalu masih menjadi misteri. Kepolisian Daerah (Polda) Papua kini angkat berbicara mengenai perkembangan kasus penembakan tersebut.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengakui jika pihaknya masih kesulitan untuk menguak kasus Pendeta Yeremia. Waterpauw juga mengungkapkan kepolisian masih sulit menyelidiki sejumlah rentetan insiden penembakan di wilayah Distrik Hitadipa, Kabupaten Sugapa, Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Mengenai kasus kematian Pendeta Yeremia, kesulitan yang dialami polisi adalah mendapatkan keterangan saksi. Waterpauw menjelaskan jika banyak masyarakat sekitar yang sudah tidak berada di sekitar lokasi itu lagi sehingga keterangan yang didapat sangatlah terbatas.

”Kami baru sampai pada olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kemarin,” kata Waterpauw seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (2/10). “Bisa dibilang masyarakat juga sudah jarang di sekitar lokasi itu. Saksi kalau hanya saksi dari istri almarhum kami sudah dapat.”


Polda Papua tidak hanya memeriksa keluarga korban saja, namun juga telah memeriksa beberapa saksi yang mengaku melihat peristiwa penembakan tersebut. Meski demikian, saksi-saksi tersebut tidak melihat secara langsung melainkan hanya mendengar suara tembakan dan situasi yang mencekam saja.

Kesulitan lain yang dialami oleh kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini adalah lokasi kejadian yang dikuasai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tak sampai disitu, lokasi kejadian juga cukup sulit diakses karena berada di dalam hutan.

“50 orang (Pasukan KKB) dan senjata 17 pucuk dalam data kami dari rampasan-rampasan anggota kami di berbagai daerah,” jelas Waterpauw. “Itu daerah saya sudah kebayang itu ya, sulit itu daerahnya karena satu jalan akses yang harus kami lalui.”

Sebelumnya, pihak gereja dan masyarakat sekitar memberikan keterangan jika pelaku penembakan Pendeta Yeremia adalah TNI. Namun, pihak TNI membantahnya dan menyebut jika Pendeta Yeremia tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts