Penyesuaian harga ini disampaikan oleh Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur. Dengan diturunkannya harga obat ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:58 WIB
WowKeren - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama PT Amarox Global Pharma (Amarox) sepakat untuk menurunkan harga COVIFOR (Remdesivir) di Indonesia. Seperti diketahui, Kalbe Farma secara resmi membawa masuk obat COVID-19 bertajuk remdesivir yang akan dijual seharga Rp 3 juta per dosisnya.
Adapun langkah untuk menurunkan harga ini dalam rangka menindaklanjuti masukan dari pemerintah, tenaga kesehatan dan pasien. Selain itu, keputusan ini sejalan dengan komitmen Kalbe bersama Amarox untuk mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19.
Harga produk COVIFOR yang diproduksi oleh Hetero India, diimpor oleh Amarox dan dipasarkan serta didistribusikan oleh Kalbe ini disesuaikan menjadi Rp 1,5 juta per dosisnya. Angka ini turun 50 persen dari harga semula.
Penyesuaian harga ini disampaikan oleh Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur. Dengan diturunkannya harga obat ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya pemerintah dan juga pasien.
"Hetero menyadari dampak pandemi COVID-19 yang luas, terutama terkait beban biaya bagi pemerintah dan pasien," kata Sandeep seperti dilansir CNBC Indonesia, Sabtu (3/10). "Maka Hetero memberikan lebih banyak dukungan dan memberikan harga khusus COVIFOR untuk Indonesia."
Keputusan ini diambil tak hanya berangkat dari alasan di atas. Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengatakan jika ada sejumlah faktor yang membuat COVIFOR turun harga. Mulai dari perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia hingga kebutuhan terhadap pengobatan COVID-19.
"Setelah diskusi bersama antara Kalbe, Hetero India dan Amarox, kami sepakat untuk memberikan harga jual khusus COVIFOR," ujarnya. "Hal ini merupakan komitmen Kalbe bersama Amarox untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19."
Sementara itu, produk COVIFOR sendiri tidak dijual bebas namun hanya digunakan di rumah sakit dengan rekomendasi dan pengawasan dokter. Obat ini telah terkonfirmasi untuk pengobatan pasien penyakit COVID-19 terutama untuk orang dewasa atau remaja.
Remdesivir sebelumnya digunakan untuk mengobati pasien Ebola. Namun obat ini juga menunjukkan aktivitas positif ketika diberikan kepada pasien COVID-19.
(wk/zodi)