Pengamat politik mengamati gaya komunikasi Presiden Joko Widodo yang dinilai buruk setelah mengucapkan jangan sok-sokan menerapkan lockdown wilayah.
- Ruth Meliana
- Senin, 05 Oktober 2020 - 11:15 WIB
WowKeren - Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut Indonesia tidak perlu “sok-sokan” melakukan lockdown untuk menekan laju penyebaran virus corona mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Terlebih, pernyataan itu bahkan dinilai menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah lantas mengamati gaya komunikasi Jokowi saat berpidato menyampaikan penanganan pandemi COVID-19. Dedi mengatakan pernyataan seputar lockdown tersebut menjadi tanda jika komunikasi Jokowi cukup buruk.
Dedi sendiri menyayangkan bagaimana pernyataan tersebut keluar dari seorang Kepala Negara. Statement itu dinilai Dedi dapat memperburuk kondisi nyata di Tanah Air saat ini. Apalagi, pernyataan itu seolah-olah menyentil kebijakan Anies Baswedan yang baru saja menerapkan PSBB ketat.
“Sangat disayangkan statement ini,” ujar Dedi seperti dilansir dari RRI, Minggu (4/10). “Secara politik, menampakkan pertentangan dengan kepala daerah yang melakukan pembatasan.”
”Pertama, publik terombang-ambing dengan kebijakan pandemi, dan berpotensi melawan kebijakan gubernur yang ambil langkah PSBB,” sambungnya. “Semisal, DKI Jakarta.”
Tak sampai disitu, Dedi menyebut pernyataan Jokowi itu juga bisa membuat pemerintah dianggap seolah tidak konsisten dalam menangani pandemi. Sebagai contoh pemerintah daerah akan kesulitan dalam menerapkan kebijakan dalam menangani penyebaran virus corona.
”Kedua, Presiden harus keluar dari zona kontestasi dengan gubernur. Bagaimana pun, ia tetap Presiden yang memimpin seluruh kepala daerah,” kata Dedi. “Untuk itu, perlu adanya dukungan satu suara dalam mengambil langkah pencegahan.”
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan jika lockdown tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi memiliki dampak yang buruk bagi masyarakat. Menurutnya, memaksa melakukan lockdown sama saja dengan mengorbankan kehidupan masyarakat.
”Tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota, atau me-lockdown kabupaten,” kata Jokowi dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10). “Karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat.”
(wk/lian)