DKI Jakarta saat ini harus mulai 'membagi fokus' antara mengatasi wabah COVID-19 dan banjir yang bisa sewaktu-waktu menerjang karena memasuki musim penghujan.
- Elvariza Opita
- Senin, 05 Oktober 2020 - 14:03 WIB
WowKeren - DKI Jakarta masih menjadi provinsi di Indonesia dengan laju penularan COVID-19 tertinggi. Bahkan boleh dibilang saat ini Ibu Kota merupakan pusat penyebaran virus Corona yang menyumbang sepertiga kasus positif setiap hari.
Dan di tengah krisis tersebut, DKI Jakarta juga tengah menghadapi permasalahan pelik lain. Yakni banjir, sebuah bencana yang sudah "langganan" dialami terutama kala musim hujan, dan rupanya kembali terjadi pada Senin (5/10) dini hari.
Dilansir dari Antara, air dari Sungai Ciliwung dilaporkan meluap hingga menyebabkan banjir setinggi 1,5 meter lebih. Banjir ini pun dialami terutama oleh penduduk Jakarta Timur, dalam hal ini Kebon Pala, Jatinegara.
"Air naik jam 01.00 WIB. Ketinggian air sekitar 20 sentimeter sampai 1,5 meter di lokasi terparah karena Kali Ciliwung meluap," ungkap Jhony (41), salah satu warga RT 11/RW 05 Kebon Pala.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sendiri mencatat banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan yang di wilayah Bogor. Curah hujan ini menyebabkan tinggi muka air (TMA) Sungai Sunter Hulu meningkat sampai 3 meter, sebelum "menjebol" Bendungan Katulampa dan menyebabkan banjir.
Peristiwa ini pun tak bisa dianggap remeh lantaran sampai Senin pukul 09.00 WIB tadi sudah ada 96 RT yang menjadi korban. Padahal satu jam sebelumnya BPBD mengonfirmasi hanya 56 RT yang terendam banjir.
"RT yang terendam 0,3 persen dari total yang ada," beber Juru Bicara BPBD DKI Jakarta, Mohammad Insaf. Kendati demikian, jumlah pengungsi yang berkumpul di 3 lokasi justru berangsur berkurang, dari 257 menjadi 154 orang.
"Banjir sudah mulai surut di beberapa lokasi," sebut Insaf, dikutip dari Tempo. "Banjir merendam berkisar 10 sampai 150 cm."
Namun rupanya banjir bukan hanya terjadi karena hujan deras di Bogor. Curah hujan yang tinggi juga terjadi di kawasan Depok dan Jakarta Selatan, membuat Pintu Air Manggarai juga sempat berada dalam kondisi Siaga 3 dengan ketinggian mencapai 780 meter.
(wk/elva)