Pertamina Blak-Blakan Bongkar Alasan Tingginya Harga BBM di Indonesia
Nasional

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (5/10).

WowKeren - PT Pertamina (Persero) blak-blakan terkait harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang sulit ditekan. Pertamina menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh biaya produksi yang tinggi.

Adapun biaya produksi tinggi disebabkan oleh kilang perusahaan yang hanya bisa mengolah jenis minyak tertentu. Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, kilang perusahaan hanya bisa mengolah tiga persen dari minyak mentah dunia.

"Jenis minyak mentah yang bisa diolah di kilang kami sangat terbatas, hanya sekitar tiga persen dari minyak mentah dunia. Ini yang menyebabkan harga tinggi," terang Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (5/10). "Supply dan demand kurang seimbang."

Lebih lanjut, Nicke mengungkapkan bahwa Pertamina tengah melakukan modifikasi kilang eksisting atau refinery development master plan (RDMP) untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, Pertamina juga mengembangkan kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR)."


"Dengan moderinisasi kilang-kilang yg ada maka akan memperbaiki fleksibilitas minyak mentah yang diolah," jelas Nicke. "Dengan begitu, harga minyak mentah bisa kami tekan dan akan berpengaruh pada produksi, dengan begitu harga BBM akan affordable."

Sementara itu, Direktur Utama PT Kilang Pertamina International (KPI) Ignatius Tallulembang menjelaskan bahwa rata-rata kilang di Tanah Air kini memang sudah berumur tua. Ignatius juga mengungkapkan ada kilang yang berusia hampir 100 tahun.

Lebih lanjut, Ignatius menerangkan bahwa salah satu kilang terbaru yang ada di Indonesia adalah Kilang Balongan. Kilang tersebut dibangun pada tahun 1990 dan mulai beroperasi pada tahun 1994 silam.

"Kami ada enam kilang yang beroperasi dengan kapasitas terpasang 1 juta barel per hari," tutur Ignatius. "Kilang terbaru yang kita miliki itu di Balongan, dibangun tahun '90 dan beroperasi pada tahun 1994. Jadi sudah beroperasi sekitar 26 tahun. Yang lain-lain ada yang 36 tahun, ada yang 50 tahun, ada bahkan yang hampir 100 tahun."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait