Catat Persentase Kesembuhan Tinggi, Satgas COVID-19 Puji Penanganan Pandemi di Jawa Timur
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Adalah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dua provinsi yang dinilai Wiku berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Kedua provinsi ini tidak mencatat zona merah di wilayahnya.

WowKeren - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memberikan apresiasi terhadap penanganan pandemi corona. Menurutnya, keberhasilan penanganan corona di suatu daerah bisa menjadi teladan bagi daerah lainnya.

Ia kemudian menyebut ada dua provinsi di Indonesia yang bisa menjadi percontohan. Adalah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, dua provinsi yang dinilai Wiku berhasil mengendalikan pandemi COVID-19.

"Seluruh provinsi di Indonesia harus berlomba meningkatkan upaya penanganan COVID-19," kata Wiku di Kantor Presiden, Kamis (8/10). "Adalah sebuah prestasi bagi daerah dan masyarakatnya kalau penanganan COVID-19 di wilayahnya menjadi yang terbaik."

Berdasarkan data per Minggu (4/10), baik Jatim maupun Sulsel sudah tak lagi mencatat zona merah di wilayah kabupaten maupun kota. Semua daerah yang sebelumnya berada di zona merah, sekarang menjadi zona oranye.

Kedua provinsi ini juga mencatat penurunan kasus mingguan. Di Sulawesi Selatan pekan ini menurun ke 30,1 persen dari 722 kasus ke 505 kasus kematian. Lalu persentase kesembuhan juga lebih tinggi dari rata-rata nasional yakni 81,93 persen.


Begitu juga dengan Jawa Timur. Provinsi ini mencatat persentase kesembuhan yang lebih tinggi yakni 88.53 persen.

"Untuk Jawa Timur, perkembangan kasus mingguan pada pekan ini menurun 8 persen dari 2.182 kasus ke 2.008 kasus. Persentase kesembuhan mencapai 88,53 persen," jelas Wiku. "Kedua provinsi memiliki persentase kesembuhan lebih tinggi dari rata-rata nasional."

Karena keberhasilannya dalam menekan kasus corona ini, tak heran jika Satgas COVID-19 memberikan apresiasi. "Prestasi itu harus dipertahankan sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan kasus positif secara nasional," lanjutnya.

Meski kasus sudah menurun namun bukan berarti sudah hilang. Oleh sebab itu, Wiku meminta agar masyarakat tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu untuk provinsi lainnya, Wiku mengimbau agar dilakukan pengawasan yang ketat terhadap warga agar terus menerapkan protokol kesehatan. "Tegakkan sanksi disiplin yang tegas bagi yang mengabaikan karena dapat berdampak pada kesehatan masyarakat lainnya," ucapnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts