Lindungi Ibunya dari Pemerkosaan, Bocah di Aceh Dibunuh Napi Asimilasi Sampai Disorot Internasional
Unsplash/Alejandro Ortiz
Nasional

Kasus yang sudah terjadi pekan lalu ini pun kembali meramaikan media sosial Indonesia sampai menjadi trending topic pada Kamis (15/10). Begini kejadian selengkapnya.

WowKeren - Beberapa hari lalu peristiwa menghebohkan terjadi di tanah Aceh. Seorang bocah berusia 10 tahun bernama Rangga ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan terapung di sebuah sungai.

Namun peristiwa ini kembali ramai dibahas usai sebuah media asal Malaysia mengangkatnya, hingga pada Kamis (15/10) siang kembali menjadi trending topic Indonesia. Kronologi kejadian menyesakkan ini pun kembali ramai dibahas di lini masa.

Lindungi Ibunya dari Pemerkosaan, Bocah di Aceh Dibunuh Napi Asimilasi Sampai Disorot Internasional

Twitter

Rangga menemui ajalnya di tangan seorang narapidana kasus pembunuhan yang dibebaskan lewat program asimilasi COVID-19. Samsul Bahri (36), sang pelaku, dengan tega membacokkan senjata tajamnya ke tubuh Rangga lantaran merasa niat bejatnya memerkosa DN (28) dihalangi.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu (10/10) dini hari. Kala itu Samsul, yang sudah mengetahui bahwa DN hanya berdua dengan sang putra di rumah lantaran suaminya pergi bekerja, berusaha untuk memerkosa ibu korban.

Namun Rangga yang mengetahui niat jahat itu berusaha melawan agar ibunya selamat. Tak disangka, Samsul lantas menebaskan parang yang dibawanya ke tubuh bocah kecil itu, tepatnya di bagian dada dan perut, sebelum jasadnya dimasukkan karung untuk kemudian dibuang ke sungai.


Fadli Fajar, ayah kandung Rangga yang sudah berpisah dengan DN, mengungkapkan bahwa anak sulungnya itu sudah disuruh lari oleh ibunya. Namun nalurinya sebagai putera membuatnya berusaha melawan Samsul.

"Saya dapat kabar bahwa sebelum meninggal anak saya sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku," jelas Fadli, dilansir dari Tribun News, Kamis (15/10). "Setelah terkena parang, ia sempat berucap sakit. Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sudah sakratulmaut."

Pembunuhan itu tak membuat Samsul mengurungkan niatnya memerkosa DN. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, Samsul lantas membawa jasad korban ke sungai. Saat itulah DN berusaha kabur dan meminta pertolongan ke pemukiman setempat.

Sayang ketika ditelusuri ke sungai pada Sabtu pagi, jenazah korban kelas 2 SD itu sudah tak lagi ditemukan. Baru pada Minggu (11/10) sore harinya jasad bocah heroik itu ditemukan terapung dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan jenazah Rangga lantas ditindaklanjuti dengan pencarian pelaku. Sang pemerkosa rupanya sempat hendak melarikan diri dan berujung penembakan di kakinya.

Pembunuhan ini rupanya bukan kali pertama dilakukan Samsul. Pada 2005 silam ia divonis hukuman seumur hidup karena melakukan pembunuhan di Riau, lalu akhirnya mendapat grasi menjadi 20 tahun penjara, hingga akhirnya dibebaskan karena COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts