Diminta FPI Bertobat, Begini Tanggapan Santai Dubes RI untuk Arab Saudi
Nasional

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengungkap jika tuntutan pemecatan bukan pertama kalinya dilayangkan, ia bahkan mengaku pernah diancam akan dibunuh

WowKeren - Front Pembela Islam (FPI) meminta pemerintah memecat Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Ormas tersebut menilai jika Agus telah membiarkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab dicekal oleh pemerintah Arab saudi.

Agus pun buka suara menanggapi hal ini. Ia blak-blakan mengungkap jika tuntutan pemecatan bukan pertama kalinya dilayangkan, ia bahkan mengaku pernah diancam akan dibunuh.

"Tanggal 22 November 2019, di depan kantor Kemenlu, mereka mengadakan demonstrasi," kata Agus dilansir Detik, Jumat (16/10). "Tidak hanya tuntutan pemecatan diri saya, tapi juga ada ancaman pembunuhan diri saya. Rencana pembunuhan tersebut ditulis besar dalam sebuah poster."

Dubes yang sudah mengabdi selama 5 tahun di Arab Saudi itu menanggapi bijak ancaman FPI tersebut. Menurutnya, urusan nyawa manusia ada di tangan Tuhan. Yang jelas, ia menegaskan jika KBRI tidak pernah sekalipun menghalang-halangi Rizieq untuk pulang ke Indonesia.


"Soal rencana pembunuhan diri saya, semua saya pasrahkan semua kepada Allah sebagai pemilik nyawa saya," jelas Agus. "Terkait rencana kepulangan MRS ke Indonesia, KBRI tidak pernah menghalang-halangi. Kami hanya berpesan: ikuti aturan Saudi, jangan buat aturan sendiri."

Tak hanya tuntutan pemecatan, Agus bahkan diminta FPI untuk bertobat. Alih-alih terpancing emosi, ia menanggapi hal itu dengan santai. "Terkait nasihat agar bertobat, saya ucapkan terima kasih. Tanpa disuruh pun, tradisi santri yang ada pada diri saya sudah otomatis tiap hari lakukan tobat," imbuh Agus.

Adapun tuntutan pemecatan Agus tersebut disampaikan FPI saat merespons status Rizieq yang belum bisa pulang ke Indonesia. Menurut Ketua DPP FPI Slamet Ma'arif, apa yang dilakukan Agus cukup aneh sebagai seorang dubes.

"Ini Dubes aneh. Waktu warganya (HRS) dicekal, nggak mau tahu. Giliran cekalnya (HRS) dicabut, sibuk cari tahu dan berupaya agar dicekal lagi," kata Slamet. "Sehingga pernyataan Dubes itu menunjukkan bahwa dia salah satu variabel yang mempersulit masalah kepulangan imam besar HRS."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait