Ini Prediksi Kapan Klaster Corona Demo Omnibus Law Bisa ‘Meledak’
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyoroti penyebaran virus corona di tengah aksi demonstrasi, turut memprediksi kapan klaster COVID-19 akan mulai ‘meledak’.

WowKeren - Aksi demonstrasi besar-besaran penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja masih terus terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Situasi ini langsung memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan kasus virus corona.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan potensi peningkatan kasus virus corona akibat demo. Terlebih, pihaknya telah menemukan sejumlah peserta demo yang positif terinfeksi virus corona sehingga penyebaran akan semakin meluas.

”Sejumlah kelompok masyarakat dikabarkan akan melanjutkan aksi penyampaian pendapat secara terbuka terkait dengan Undang-Undang Cipta Kerja,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Selasa (20/10). “Dengan jumlah massa yang cukup banyak, maka upaya penyampaian aspirasi ini memiliki potensi untuk tumbuh menjadi klaster baru COVID-19.”

“Sesuai dengan yang telah disampaikan sebelumnya, pemeriksaan yang dilakukan terhadap peserta aksi di beberapa minggu lalu telah menemukan sejumlah peserta positif COVID,” sambungnya. “Penularan ini tentunya berpotensi untuk terjadi kembali pada kegiatan penyampaian aspirasi selanjutnya.”


Satgas COVID-19 lantas memprediksi jika ledakan kasus virus corona mungkin terjadi dalam waktu 2 hingga 4 minggu kedepan. Dalam periode waktu tersebut, akan terlihat gambaran utuh apakah demo penolakan Omnibus Law memicu klaster COVID-19 atau tidak.

”Namun demikian, untuk gambaran secara utuhnya apakah aksi demonstrasi ini dapat menimbulkan klaster, maka dapat dilihat nanti,” jelas Wiku. “Dalam jangka waktu biasanya sekitar 2-4 minggu setelah kejadian tersebut.”

Wiku menyayangkan aksi demo tersebut karena dapat memicu klaster virus corona akibat demo. Situasi itu dinilai dapat memperparah situasi kasus COVID-19 di Indonesia yang sudah sangat tinggi dan tenaga kesehatan di Tanah Air yang akan semakin kewalahan dalam menangani banyaknya pasien baru. Ia kembali mengingatkan virus corona sangatlah mematikan.

”Satgas sangat menyayangkan adanya klaster-klaster baru penularan COVID-19 utamanya mengingat angka COVID-19 di Indonesia sudah cukup tinggi,” ungkap Wiku. “Garda terdepan, seperti dokter dan perawat, yang hingga kini bekerja tak kenal lelah.”

”Kita harus mengingat COVID-19 ini tidak hanya berpotensi menular namun juga berpotensi menelan korban jiwa,” sambungnya. “Ingat, COVID-19 mematikan dan jangan dianggap enteng.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts