Satgas COVID-19 Ungkap Penyebab Banyaknya Daerah Masuk ke Zona Oranye
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, juga mengungkapkan adanya perubahan skoring penilaian untuk kategorisasi zonasi risiko virus corona.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyampaikan bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia stagnan berstatus zona oranye dalam lima minggu terakhir ini. Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, pun menilai bahwa perkembangan zonasi risiko COVID-19 sejauh ini cukup baik.

"Ini tampak dari semakin sedikitnya kabupaten kota di zona kuning dan zona hijau karena berpindah ke zona oranye," jelas Wiku pada Selasa (20/10). "Tapi ini sudah cukup baik."

Berdasarkan data per 18 Oktober 2020, ada 32 kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah COVID-19. Kemudian zona oranye berjumlah 344 kabupaten/kota.

Jumlah zona kuning mencapai 133 kabupaten/kota, sedangkan zona hijau mencapai 25 kabupaten/kota. Dari jumlah zona hijau tersebut, ada 13 kabupaten/kota yang sama sekali tidak terdampak COVID-19 dan 12 kabupaten/kota yang tidak mencatat kasus baru.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan mengapa banyak daerah yang bergeser dari zona hijau dan kuning ke zona oranye. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh lengahnya pemerintah dan masyarakat setempat.


"Perpindahan daerah dari risiko rendah ke risiko yang lebih tinggi adalah tanda-tanda bahwa pemerintah daerah dan masyarakat setempat merasa nyaman," tutur Wiku. "Dan mulai melupakan pentingnya upaya pencegahan COVID-19."

Selain itu, Wiku juga mengungkapkan adanya perubahan skoring penilaian untuk kategorisasi zonasi risiko COVID-19. Sebelumnya, ada tiga indikator penilai untuk menentukan zonasi risiko COVID-19, yakni indikator epidemiologi, indikator pelayanan kesehatan, dan indikator kesehatan masyarakat.

Namun kini, penilaian tersebut lebih diutamakan pada indikator kasus aktif, kesembuhan, dan kematian akibat COVID-19. "Tujuannya agar daerah bisa lebih fokus memperbaiki tiga indikator tersebut," pungkas Wiku.

Sebagai informasi, jumlah kumulatif kasus virus corona (COVID-19) telah mencapai 368.842 kasus per Selasa (20/10) kemarin. Dari jumlah tersebut, 293.653 pasien dinyatakan sembuh dan 12.734 orang dilaporkan meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun membanggakan penanganan COVID-19 di Tanah Air. Pasalnya, angka kesembuhan pasien COVID-19 kini sudah berada di atas 70 persen dan angka kematiannya juga terus menurun.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts